KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Antisipasi Olahan Daging Berpenyakit Jelang Lebaran

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 05 Juni 2017 22:07
Antisipasi Olahan Daging Berpenyakit Jelang Lebaran

Ilustrasi. MDFAJAR/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar akan melakukan operasi di sejumlah pasar tradisional dalam rangka mengantisipasi olahan daging hewan berpenyakit menjelang Idul Fitri.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Abdul Rahman Bando mengatakan untuk mengantipasi daging yang berpenyakit. Pihaknya telah menyediakan dua unit kendaraan animal care untuk beroperasi diberbagai pasar.

Menurutnya, pemeriksaan ini merupakan permintaan masyarakat. Armada ini di pakai untuk memback-up pasar modern untuk melakukan kualitas ikan dan ayam serta bahan olahan daging hewan.

“Alhamdulillah, fasilitas baru optimal beroperasi jelang lebaran. Animal care ini bersifat mobile untuk melakukan pemeriksaan, seperti carrefour san hypermart yang diaruh di halamannya,” ujar Rahman melalui pesan tertulis, Senin (5/6).

“Mobil yaang bersifat sosial ini, akan lebih intens mengambil sampel daging dan darah,” tambahnya.

Namun, hal itu membuat sejumlah para pelaku pedagang melakukan permainan harga serta penyediaan daging beku kepada sejumlah konsumen.

“Saya menghimbaukan kepada seluruh pedagang, secara moral dan nurani jangan permainkan spekuliasi stok dan membukukan. Kedua, kita berharap masyarakat tetap jangan panik bahwa kurang daging ayam di pasar, karena dari hasil pemantauan, Bulog menyediakan 10 ton daging menjelang lebaran,” katanya.

[NEXT-RASUL]
Dia mengaku bahwa akan melakukan pemantauan rutin dilapangan. Bahkan, pihaknya membawa alat ph meter untuk mengukur layak atau tidak daging yang didagangkan.

“Jika ada ditemukan ikan atau daging yang tak layal di konsumsi akan disita barangnya. Rata-rata 6.6 untuk daging normalnya, kalau 5 itu masih segar dagingnya,” terangnya.

Dia menjelaskan, ada berbagai cara mengetahui daging yang tak berkualitas atau berpenyakit. Diantaranya, aroma baunya yang tak sedap di hidung, warna kulit yang berbeda.

“Kalau dagingnya keluar dari pembekuan itu akan berubah warna karena dia terkontaminasi dengan suhu dalam ruangan dibawah 60 derajat celcius. Jadi seharus yang mereka lakukan itu, memotong pada subuh hari agar dagingnya terlihat segar,” pungkasnya.


div>