SABTU , 26 MEI 2018

Antisipasi Rusuh Pilgub, Polres Simulasi Sispam Kota

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 21 September 2012 09:41
Antisipasi Rusuh Pilgub, Polres Simulasi Sispam Kota

Aparat kepolisian menghadapi massa yang menolak hasil Pemilukada dalam simulasi yang digelar Polres Pangkep kemarin.

Aparat kepolisian menghadapi massa yang menolak hasil Pemilukada dalam simulasi yang digelar Polres Pangkep kemarin.

RAKYAT SULSEL . PANGKEP – Untuk mengantisipasi aksi massa pada Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Kepolisian Resor Pangkep menggelar simulasi Sistem Pengamanan (sispam) Kota di depan kantor DPRD Pangkep. Menurut Kapores Pangkep, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Idil Tabransyah, SH. MM, simulasi sispam kota yang dilaksanakan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspaddan serta kecakapan anggota Polres Pangkep dalam menghadapi ancaman aksi massa di pemilukada gubernur.

“Simulasi ini kami laksanakan dalam menghadapi aksi unjuk rasa, khususnya di momen pilgub. Di simulasi ini kami perlihatkan bagaimana anggota menggunakan protap baku, memberi pelayanan keamanan, negosiasi, sampai meredam aksi anarkis,” terang Idil yang ditemui usai kegiatan.

Dalam simulasi sispam kota ini, digambarkan ratusan orang yang kecewa dengan hasil pilgub, menggelar unjuk rasa. Mereka menuntut agar pilkada gubernur diulang.  Selain membawa sejumlah spanduk mereka juga membakar ban bekas.

Tidak hanya sampai disitu, massa juga melempari polisi. Aparat dengan tameng berusaha menghalau massa. Terdengar juga imbauan dari petugas keamanan yang meminta massa untuk tenang.

Selain melibatkan seluruh satuan dalam internal polri, simulasi ini juga melibatkan masyarakat dan  instansi-instansi terkait. Dengan kerjasama ini, akhirnya massa berhasil dipaksa bubar.

“Kami juga melibatkan masyarakat dan instansi samping seperti dinas kesehatan, satpol PP dan pemadam kebakaran dan kebersihan,” tambahnya.

Idil mengakui sampai saat ini kondisi di Pangkep jelang pilkada gubernur masih aman. Namun, dia mengaku tidak mau kecolongan terhadap setiap pelanggaran hukum dalam pilkada.

“Pangkep masih landai-landai aja. Tapi kita tidak mau terlena sama kondisi ini, kita tetap waspada terhadap potensi gangguan sekecil apapun, makanya anggota wajib waspada dan siap,”kata Idil. (K5)


Tag
div>