RABU , 25 APRIL 2018

Apel Akbar, Jadi Apel Terakhir yang Penuh Haru

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 06 April 2018 15:39
Apel Akbar, Jadi Apel Terakhir yang Penuh Haru

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat apel di Kantor Gubernur Sulsel,Jumat (6/4). Foto: (ist)

*Gubernur SYL Paripurnakan Tugas Selama 10 Tahun

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel menjadi Pembina Upacara pada Apel Besar Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Jum’at (6/4).

Apel akbar ini merupakan apel terakhir yang dipimpin SYL. Ia akan mengakhiri tugas pada 8 April mendatang. Ia mengabdi sebagai gubernur selama sepuluh tahun, memimpin sejak tahun 2008. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) hadir untuk memberikan penghormatan, apresiasi dan ucapan terima kasih.

SYL dalam arahannya menyampaikan rasa terima kasih, harapan dan permohonan maaf. Suasana berlangsung haru, penuh air mata, namun, Ia mencoba mencairkan suasana dengan beberapa candaan.

“Kalian adalah saudara saya, sahabat saya, teman saya. Kalian adalah segalanya dari
saya, dan hari ini adalah hari terakhir saya memparipurnakan tugas saya,” kata Syahrul YL memulai arahanya dengan nada bergetar.

Ia menyampaikan dan hari Senin nanti sudah melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) kepada Pelaksana Tugas (Plt).

Ia ingin menyampaikan beberapa hal, namun lagi-lagi kata-katanya tertahan oleh rasa haru, demikian juga para hadirin.

“Tentu saya ingin menyampaikan banyak hal tetapi pasti tidak bisa saya tangkum dalam bahasa yang tepat,” sebutnya.

Ia meminta agar mereka tidak menangis karena dirinya akan terpengaruh. “Kamu menangis, kita juga ikut ki menangis mi,” ucapnya.

Ia kemudian menyebutkan apa yang diraih Sulsel karena hadirnya para aparat ASN dan masyarakat yang baik. Selama sepuluh tahun, telah ditorehkan prestasi nasional dan internasional dengan total 244 penghargaan. Pertumbuhan ekonomi naik 500 persen.

Ia memotivasi, agar cita-cita menjadikan Sulsel sebagai provinsi terbaik dilanjutkan walaupun, Ia sudah tidak memimpin Sulsel.

“Kalian adalah bagian dari proses perjalan, apakah kalian sudah dipuncak? Tidak, kalian harus
meneruskan lebih kuat lagi dari apa yang ada, ini baru berproses,” harapnya.

Ia ingin mengakhiri jabatannya dengan baik. Walaupun jabatannya berakhir, namun Ia tetap akan berkontribusi untuk Sulsel dan Indonesia. “Tikungan itu bukan akhir dari perjalanan,” imbuhnya.

Dalam sepuluh tahun, Ia bangga dengan kinerja aparatur negara yang ikut membantunya. “Hari ini, saya akan tinggalkan kalian, saya mau lihat kabarnya besok lebih baik,” sebutnya.

Usai upacara, Gubernur SYL bersilaturahim bersama seluruh pegawai yang ada. Hadir mendampingi SYL, Istri dari Gubernur dua periode ini, Ayunsri Harahap. (*)


div>