MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Apindo Minta PLN Beri Insentif

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 21 Februari 2016 17:29

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kalangan pelaku usaha di Sulsel meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberlakukan insentif bagi industri. Hal tersebut sesuai paket kebijakan ekonomi yang dirilis pemerintah guna memacu produktivitas dunia usaha.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, Muamar Muhayan, mengemukakan, insentif tersebut diestimasi mampu menekan biaya operasional industri di kisaran 10 persen, sekaligus meningkatkan daya saing dunia usaha di daerah.

Adapun insentif yang dimaksud adalah pemberian diskon sebesar 30 persen dari tarif Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) pada pukul 23.00-08.00 waktu setempat yang merupakan tambahan pemakaian listrik terhadap rata-rata pemakaian normal tiga bulan.

“Selanjutnya, penundaan pembayaran tagihan listrik. Ini bagi industri yang memenuhi klasifikasi tertentu, diberi kemudahan untuk membayar tagihan pemakaian listrik berskema angsuran dengan pembayaran minimal 60 persen dari total tagihan,” katanya, belum lama ini di sela pertemuan Apindo.

Menurut Muamar, data sementara pihaknya ada 200 perusahaan di Sulsel yang bisa menikmati insentif ini. “Tetapi, akan kami data kembali dan verifikasi ulang untuk selanjutnya diajukan ke PLN Wilayah agar segera diberlakukan,” bebernya.

Menurutnya, insentif tersebut akan sangat membantu industri dalam menekan biaya operasional, sehingga bisa membuat produk dengan harga yang lebih kompetitif. Selain itu, dalam skala yang lebih besar mampu menekan potensi terjadinya pemangkasan tenaga kerja oleh industri seiring pengurangan beban cash flow melalui pemberian insentif listrik.

“Selanjutnya, sosialisasi secara intensif juga akan dilakukan agar para pelaku industri di Sulsel memanfaatkan program insentif listrik tersebut, yang berlaku hingga Oktober 2018 mendatang. Sehingga ini dapat menjaga tingkat produktivitas maupun memacu daya saing,” tutup Muamar.


Tag
  • apindo
  •  
    div>