JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Apindo-Ombudsman Kupas Tuntas Layanan Publik yang Belum Maksimal

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 06 Maret 2017 20:33
Apindo-Ombudsman Kupas Tuntas Layanan Publik yang Belum Maksimal

Sekretaris Apindo Sulsel Yusran IB Hernald (ka-ki), Wakil Ketua Apindo Sulsel Haerumi Hamzah Tuppu, dan Bendahara Apindo Sulsel Marni Mansyur memberikan keterangan di Cafe Kanrejawa Medika, Makassar, Senin (5/3). foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Masih belum maksimalnya layanan publik di Kota Makassar, khususnya bidang perizinan menjadi perhatian serius Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel. Untuk membedah dan mencarikan solusi atas kendala yang kerap dialami para pengusaha di lapangan, maka Apindo menggandeng Ombudsman Perwakilan Sulsel untuk melaksanakan seminar layanan publik.

Seminar ini akan dilaksanakan di Grand Clarion Hotel Makassar, Jumat (10/3).

Sekretaris Apindo Sulsel, Yusran IB Hernald, menjelaskan, diskusi layanan publik ini sekaligus akan menghadirkan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulsel Subhan dan Ketua Apindo Sulsel La Tunreng sebagai pemateri.

“Dalam diskusi ini nantinya akan membahas mengenai kendala yang selama ini dialami pengusaha pada sektor layanan publik, seperti pengurusan perizinan dan lainnya,” jelas Yusran.

Yusran didampingi Wakil Ketua Apindo Sulsel Haerumi Hamzah Tuppu dan Bendahara Apindo Sulsel Marni Mansyur saat memberikan keterangan di Cafe Kanrejawa Medika, Makassar, Senin (5/3), mengatakan, adapun pesertanya adalah seluruh anggota Apindo Sulsel dan juga akan menghadirkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Namun, tahap awal diundang 100-an pengusaha menengah ke atas. Selanjutnya, diskusi nanti akan disusul dengan menghadirkan pengusaha menengah ke bawah,” jelasnya.

Yusran mengatakan, pada diskusi nantinya juga akan diisi dengan penandatanganan kerja sama antara Apindo Sulsel dengan Ombudsman Perwakilan Sulsel dalam menciptakan layanan publik yang prima dan berkualitas.

“Selama ini banyak layanan publik belum sesuai dengan standar, seperti perizinan yang menjadi kendala selama ini. Inilah yang coba kita tata dengan baik bekerja sama pihak terkait,” terangnya. (***)


div>