SENIN , 22 OKTOBER 2018

APK Rusak, Penyelenggara Ogah Tanggung Jawab

Reporter:

Iskanto - Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 04 April 2018 11:45
APK Rusak, Penyelenggara Ogah Tanggung Jawab

APK Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) terlihat rusak di Kabupaten Bantaeng.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) kandidat gubernur, baik yang ada di daerah maupun di Kota Makasaar mulai rusak. Meski demikian, tak ada upaya yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara, untuk melakukan pembenahan.

Salah satu Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzaklar (IYL – Cakka), menyayangkan hal tersebut. Keberadaan APK menjadi hal yang sangat berguna untuk meningkatkan popularitas bagi masing-masing paslon selama masa kampanye.

“Kita menyayangkan yah kalau faktanya seperti itu. APK yang rusak lantas tidak diperbaiki, dan itu tidak sesuai dengan harapan tim. Karena APK itu, kita berharap media komunikasi paslon dengan pemilih,” kata Juru Bicara IYL – Cakka, Henny Handayani, Selasa (3/4).

Menurut Henny, APK merupakan perwakilan dari paslon dalam menyampaikan apa yang menjadi visi misinya bila terpilih sebagai kepala daerah. Terutama IYL – Cakka yang memiliki tiga program unggulan dalam menciptakan masyarakat sejahtera dan terpelajar.

“Agar masyarakat bisa membaca visi misi Pak IYL – Cakka, karena kan tidak semua orang di Sulsel bisa kita datangi satu persatu, daya jangkau terbatas, sehingga APK itu menjadi jembatan untuk memudahkan komunikasi dan menyampaikan pesan ke masyarakat,” tuturnya.

Henny berharap, dengan adanya kejadian seperti itu, KPU dapat lebih memperhatikan setiap APK yang mengalami kerusakan. Karena APK yang rusak tidak dapat menjadi median penghubung kandidat dan masyarakat.

“Kami berharap kalau ada yang rusak segera diperbaiki, agar dapat terlihat jelas oleh masyarakat,” harapnya.

Kekecewaan juga disampaikan Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo (Agus – TBL). Mereka mengeluh lantaran tidak mendapatkan informasi secara detail terhadap lokasi dipasangnya APK, termasuk yang rusak seperti baliho.

“Pemasangan baliho itu dilakukan oleh pelaksana KPU, tugas tim kandidat merawatnya.

Permasalahannya, sampai saat ini KPU belum pernah menyampaikan kepada tim dimana lokasi baliho itu dipasang,” ujar Andri Arif Bulu, selaku tim pemenangan Agus – TBL.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan agar KPU Sulsel intens memberikan informasi. Pihaknya telah banyak mendengar informasi kerusakan APK, namun tidak mendapatkan informasi letak pemasangan alat peraga itu.

“Kami berharap agar KPU proaktif memberikan informasi kepada tim bahwa dimana letak baliho yang dipasang dan rusak. Karena kami banyak mendengar informasi, ada yang sobek, ada yang lepas, patah, tetapi lokasinya tidak dijelaskan dengan detail,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Komisioner Divisi Hukum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Asry Yusuf, mengatakan, bentuk pengawasan Bawaslu terhadap APK hanya sebatas konten atau isi dari APK itu sendiri. Serta titik pemasangan yang telah ditetapkan KPU.

“Alat peraga kampanye itu kita pada posisi mengawasi. Mengawasi kontennya, materi yang tidak melanggar aturan. Kemudian tempat pemasangannya tidak boleh diluar yang telah ditetapkan oleh KPU,” kata Asry.

“Alat peraga juga tidak boleh diadakan secara liar, harus melalui proses verifikasi di KPU-KPU setempat,” lanjutnya.

Menurut aturan yang sempat ia baca, kata Asry, APK yang telah dipasang oleh KPU di beberapa titik adalah kewajiban masing-masing paslon untuk menjaganya. Dalam artian, tim paslon lah yang bertanggungjawab apabila ada APK yang mengalami kerusakan untuk segera dilakukan perbaikan.

“Terkait dengan alat peraga kampanye yang roboh itu kemudian tim pasangan calon itu bisa memperbaikinya. Karena memang saya lihat di peraturan KPU sudah menjadi kesepakatan. Bahwa yang bertanggungjawab adalah masing-masing paslon,” jelasnya. (*)


div>