JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Aplikasi Ipad Dewan Harus Diperiksa

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 06 April 2016 21:10

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar, Susuman Halim menantang teman sejawatnya di DPRD, untuk memeriksa aplikasi Ipad yang dimiliki legislator yang dianggarkan melalui APBD Pokok tahun 2015 lalu.

Pasalnya sejak Ipad tersebut dibagikan untuk 50 anggota DPRD, hanya dua,tiga legislator saja yang memanfaatkannnya saat pembahasan rapat-rapat di DPRD, Seperti rapat Panitia Khusus(Pansus), Rapat Komisi ataupun rapat-rapat lainnya.

“Saya tantang legislator untuk bersedia Ipadnya itu diperksa.”terang Susuman Halim, Rabu (6/4) kemarin. Sugali, sapaan Susuman Halim mencurigai aplikasi Ipad dewan hanya ada game, Youtube, dan Aplikasi hiburan lainnya. “Jangan-jangan isinya cuma game. Tidak ada UU,Perda, atau Perwali yang mereka dwounlud untuk dipelajari,” kata legislator Demokrat itu.

Menurutnya, pengadaan Ipad dengan menggunakan uang rakyat tersebut harus dipertanggung jawabkan dan dimanfaatkan sebagaimana tujuannya. Bukannya menjadi alat hiburan dewan, melainkan digunakan untuk menambah pengetahuan dewan.” Misalnya dengan membaca UU, Perda dan perangka hukum lainnya. Malu kita kalau kita ditanya soal UU kemudian kita tidak tahu menjawabnya,” katanya.

Awalnya, pengadaan tablet yang diperuntuhkan untuk 50 legislator di dewan bertujuan memaksimalkan kerja-kera dewan, dan mengefesiensi anggaran salinan foto copy draf disetiap pembahasan rapat. Hanya saja kondisi tersebut berbanding terbalik dengan realitas yang terjadi di dewan, berkas copyan draf perda masih berhamburan di saat rapat pansus.

Seperti diketahui, Ipad 50 anggota DPRD Kota Makassar, yang dianggarkan sebesar Rp 750 juta nampaknya hanya sekedar menjadi barang inventaris pribadi legislator, sebab Ipad yang dianggarkan tahun 2015 lalu hingga sekarang tidak pernah digunakan saat dewan melakukan pembahasan, baik itu rapat pansus, rapat Monev dan Rapat alat kelengkapan lainnya di DPRD.

Beberapa kali rapat di dewan berlangsung, terpantau hanya beberapa legislator saja yang memanfaatkan Ipad miliknya, yang paling sering menggunakan Ipadnya yakni, Susuman Halim (Demokrat), Irwan ST (PKS), Fatma Wahyudin (Demokrat), Melani Mustari (Golkar), Muzakkir Ali Djamil (PKS), Meshyak Raimon (PDIP) Sementara Ipad legislator lainnya disimpan dimana saat rapat berlangsung.

Seperti diketahui, anggaran untuk membeli Ipad cukup besar, yakni Rp 750 juta, atau Rp 15 juta per unit, hanya saja harga ipad mengalami potongan sebesar Rp 12 juta, sehingga hanya memakan Rp 600 juta dan sisanya kembali menjadi Sisa Pemakainan Angaran(Silpa) sebesar Rp 150 juta.

Sementara, Peneliti Kopel, Santa TG mendukung agar Ipad dewan diperiksa, apa-apa saja aplikasi di dalamya. Sebab menurutnya untuk mengetahui Ipad tersebut difungsikan dewan bisa dilihat dari aplikasi yang ada didalamnya.”kita setuju sekali, misalnya BPK turun memeriksa Ipad dewan,” kata Santa.

Menanggapa hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti mengungkapkan, sejak Ipad tersebut didistribusikan ke 50 anggota DPRD, setiap saat staf di DPRD mengirim soft copy baik itu soal Ranperda dan bahan rapat lainnya. Sehingga sudah ada beberapa dewan yang menggunakannya.

Ia juga mempertanyakan soal aplikasi Ipad dewan yang mau diperiksa. “Aplikasi apa yang masuk diperiksa? Jika memang ada game di dalamnya, saya rasa itu tidak jadi masalah. Selama legislator tersebut tidak memainkannya pada saat rapat atau pertemuan resmi,” ujarnya.


Tag
  • Ipad dewan
  •  
    div>