SABTU , 15 DESEMBER 2018

Aplikasi Perwali Minyak Jelantah Tertahan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 23 April 2018 11:18
Aplikasi Perwali Minyak Jelantah Tertahan

Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal. foto: rakyatsulsel.

* Plt Wali Kota Ogah Teken Draft

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang minyak jelantah hingga kini juga oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Perwali minyak jelantah yang telah lama rampung tersebut tertahan karena belum diteken wali kota.

Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan Dinas Perdagangan Kota Makassar, Syahruddin mengatakan, draf perwali minyak jelantah sudah lama rampung dan dikaji di bagian hukum Setda Kota Makassar.

Pelaksana tugas (Plt) Wali kota, Syamsu Rizal enggan meneken perwali karena tidak ada nama yang tertera dalam konsep.

“Bapak ditunggu (Moh Ramdhan Pomanto) karena sudah jadi draftnya buat tanda tangan, saya kasi Deng Ical (Plt Wali kota) tapi tidak mau juga karena tidak namanya,” ucap Syahruddin, Minggu (22/4) kemarin.

Ia mengatakan, perwali minyak jelantah akan dilakukan secara besar-besaran dengan tujuan warga Kota Makassar dapat mengetahui tentang bahaya minyak jelantah. “Maunya Pak Danny, uji publik dulu baru ditandatangani,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa manjadi manjadi yang sangat berguna bagi anak-anak adalah minyak yang tidak dapat dipakai, namun minyak itu tidak mengandung B3 (bahan berbahaya dan beracun).

“Yang lebih banyak adalah peraturan untuk minyak jelantah agar tidak boleh ke dalam. Jadi minyak jelantah itu bukan bagian dari B3, tetapi minyak jelantah itu masih dapat digunakan dengan biodiesel, seperti pembuatan sabun.” kembali, “lanjutnya.

Pemerintah perlu menerapkan minyak jelantah lantaran masih banyak Masyarakat dan usaha yang masih menggunakan minyak tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan sejatinya minyak memiliki titik jenuh, dimana jika sudah tidak bisa dikonsumsi masih bisa dikonsumsi, bisa memunculkan penyakit kanker yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Makassar, Umar mengatakan bahwa Perwali Minyak Jelantah telah rampung sejak Februari lalu, namun masih perlu dilakukan Uji Publik untuk memastikan Perwali ini oleh masyarakat Kota Makassar.

“Perwali Minyak jelantah kemarin sudah kita rampungkan, tapi ada satu persyaratan yang belum terpenuhi. Pak Danny mengatakan bahwa banyak orang yang menggunakan minyak yang digunakan untuk produksi, pengguna dan pemanfaatan,” ujar Umar.

Ia mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pimpinan baik Plt Wali kota, Syamsu Rizal atau Wali kota non aktif, Moh Ramdhan Pomanto selesai cuti. “Kita tunggu dulu, kan DPA belum normal jadi kalau sudah normal kita siap laksanakan (Uji Publik) kalau itu diperintahkan,” ucap Umar. (*)


div>