JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Aplikasi SIKD Diluncurkan, Pemprov Akan Rekrut Tenaga Arsiparis Dua Orang Per OPD

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 09 Agustus 2018 22:30
Aplikasi SIKD Diluncurkan, Pemprov Akan Rekrut Tenaga Arsiparis Dua Orang Per OPD

Pj Sekprov Sulsel, Tautoto Tana Ranggina saat melaucing E-Arsip dengan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) di Ruang Rapat Pimpinan Kantor gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (9/8). (Al Amin/rakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah meluncurkan E-Arsip dengan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) untuk dua kabupaten di Sulsel, yakni Kabupaten Bone dan Kabupaten Pinrang.

Dengan aplikasi tersebut maka nantinya diharapkan tatakelola arsip di setiap daerah bisa tersusun rapih serta mudah untuk diakses jika dibutuhkan.

Penyerahan E-arsip aplikasi SIKD dilakukan oleh Pj Sekprov Sulsel, Tautoto Tana Ranggina usai mengukuhkan penggurus wilayah Asosiasi Arsiparis indonesia, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (9/8).

Tautoto menuturkan, sistem informasi kearsipan ini akan ditetapkan dalam peraturan gubernur.
“Sistem informasi kearsipan daerah memang perlu ditunjang oleh peraturan gubernur, pertama bagaimana menjamin keamanannya kemudian teknisnya, saya berharap bahwa jajaran pimpinan dan jajaran kearsipan bisa segera menindak lanjuti itu karena ini salah satu amanat undang-undang,” kata Tautoto.

Sayangnya, lanjut Tautoto, untuk kelancaran jalannya Arsiparis maka akan melakukan perekrutan yang akan dilakukan oleh dinas terkait.

Menanggapi hal itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Hasan Sijaya mengaku bahwa kekurangan tenaga itu tidak begitu mendesak, yang perlu dibenahi adalah kesadaran setiap OPD untuk memposisikan tenaga Arsiparis.

“Tenaga Arsiparis di Sulsel mamang masih minim, karena mohon maaf masih kurang kepedulian OPD dan belum paham apa tugas dan fungsi Arsiparis di opdnya,” ujar Hasan.

Untuk jumlah tenaga fungsional Arsiparis di Sulsel, saat ini yang terdaftar yakni sebanyak 82 orang, dan idealnya sebanyak 106 berdasarkan hitungan dari Dinas Perpustakaan, artinya masih sekitar 25 orang lagi yang dibutuhkan Pemprov agar mencukupi kebutuhan Arsiparis.

“Yang perlu kita tahu semua bahwa menjadi kebijakan pemerintah dan ini perintah pimpinan, bahwa semua OPD itu harus ada asriparis di dalamnya, minimal satu orang, kalau perlu target saya dua orang saja atau OPD,” jelasnya. (*)


div>