KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

APMI Duduki Kantor DPRD Takalar Sampai Pagi

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Jumat , 09 Februari 2018 22:15
APMI Duduki Kantor DPRD Takalar Sampai Pagi

Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Pelajar Mahasiswa Indonesia (APMI) saat melakukan aksi unjuk rasa.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Pelajar Mahasiswa Indonesia (APMI) Takalar kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Takalar.

Mereka menuntut anggota Resimen 22 (R22) untuk diminta klarifikasinya atas pernyataan yang menyebut adanya mitra pemerintah yang menjadi kelompok pengacau yang sudah dibaiat dan siap mati.

“Kami meminta pihak Resimen 22 memberi klarifikasinya terkait pernyataannya di salah satu media online lokal yang menyebutkan ada mitra pemerintah sebagai kelompok pengacau, karena pernyataan dari Resimen 22 tersebut, tentunya telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” kata Jendral Lapangan Aksi, Rifai Jayandi, Jum’at (9/2).

Setelah dari kantor bupati, puluhan mahasiswa melanjutkan aksinya di depan kantor Polres Takalar. Disana mereka meminta kepada aparat kepolisian agar segera memanggil dan memeriksa Resimen 22 yang telah membuat pernyataan di medsos.

”Pihak Resimen 22 harus meminta maaf atas pernyataan tersebut, kami bukan kelompok pengacau, kami cinta Takalar, dan kami akan kembali melanjutkan unjuk rasa besar besaran jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” tegas Ketua Apmi, Asman.

APMI lalu membubarkan diri secara teratur, setelah Polres Takalar melalui Kaur Ops Reskrim, IPDA Bahtiar menerima aspirasi dan tuntutan para pendemo.

”Kami secara aturan dan prosedural belum menerima laporan resmi terkait pernyataan Resimen 22 yang menyebut ada mitra pemerintah pengacau, jadi silahkan membuat laporan resminya, kami akan menindak lanjuti laporan tersebut, karena kami tetap berada di garis depan menjaga stabilitas daerah,” kata IPDA Bahtiar.

Puluhan mahasiswa melanjutkan aksinya dan akan bermalam di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar untuk menyambut hari Jadi Takalar ke 58 yang akan dilakukan rapat Paripurna, besok (Sabtu, 10 Februari).

“Kami akan bermalam di Kantor DPRD Takalar, ini salah satu bentuk kepedulian kami terhadap Kabupaten Takalar dan bentuk kekecewaan kami dari Pemerinrah Kabupaten Takalar,” ujar Asman. (*)

 


div>