SENIN , 16 JULI 2018

Appi – Cicu Sasar UMKM, DIAmi Buat Instagram

Reporter:

Armansyah - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Senin , 05 Maret 2018 10:56
Appi – Cicu Sasar UMKM, DIAmi Buat Instagram

PILWALKOT MAKASSAR 2018. Dok . RakyatSulsel

– Adu Program Ekonomi Kerakyatan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kandidat yang bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Makassar mulai saling adu program. Mengklaim pro rakyat, jualan politik para kandidat diharapkan tidak mengada-ada.

Berbagai program kerja telah dirumuskan Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi – Cicu) dan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi). Diantaranya, bagaimana membangun ekonomi kerakyatan.

“Di sektor informal kita akan berusaha menyasar para pelaku UMKM, mulai dari level gadde-gadde hingga penjual jasa standar untuk diberi modal usaha yang memadai,” kata juru bicara Appi-Cicu, Arsony, Minggu (4/3) kemarin.

Dirinya menyebutkan, saat ini di sejumlah wilayah di Kota Makassar ini, akan menggenjot usaha-usaha yang bisa menghasilkan uang untuk masyarakat pesisir.

“Setiap wilayah pasti punya keunggulan komparatif yang berbeda. Wilayah utara, misal pasta bidang usaha/mitra usaha perikanan dan kemaritiman yang akan kita genjot. Di wilayah tengah Ujung Pandang Makassar dan Rappocini, pasti kita akan tumbuh kembangkan modal di sektor niaga. Demikian juga dengan wilayah lainnya di tiap kecamatan,” jelasnya.

Arsony mengungkapkan, saat ini ekonomi kerakyatan bagi Appi Cicu adalah bagaimana bisa menciptakan ruang-ruang pengalokasian kerja, baik secara formal maupun informal.

“Hari ini investasi yang ada di Makassar itu cenderung padat modal dan tidak padat karya, sehingga kurang menyerap tenaga kerja. Dengan modal pengalaman sebagai pengusaha dengan koneksi usaha yang dipunyai Pak Munafri, kedepan kita akan coba mendatangkan para pelaku investasi yang padat karya dan permanen hingga tidak ada resiko PHK yang muncul,” janjinya.

Sementara, pasangan DIAmi, akan mengusung Inspirasi Ta Program (Instagram) DIAmi sebagai program ekonomi kerakyatan. Danny menjelaskan, program yang akan dibuatnya ini untuk menampung semua ide atau aspirasi dari tingkat bawah (RT), yang kemudian akan jadi fokus dari DIAmi.

“Kalau ada yang bilang Rp 50 juta, maka inimi Instagram DIAmi menjadi program ekonomi kerakyatan, dimana bisa mencapai Rp 200 juta untuk tiap RT, bahkan lebih selama lima tahun jika kontinue,” beber Danny.

Ia menjelaskan, Instagram DIAmi ini akan mencari di setiap RT, warga yang benar-benar kurang mampu. Lalu kemudian diberikan bantuan untuk mengelola usaha yang akan disepakati.

“Ini benar-benar untuk mengentaskan kemiskinan. Jadi, uang pemerintah akan dikelola oleh rakyat sendiri dalam kemandirian. Misinya saya, mengkonstruksi nasib rakyat, nah ini salah satunya,” ungkapnya.

Danny mengatakan, nantinya semua yang termasuk Badan Usaha Lorong akan dimassifkan untuk mengentaskan pengangguran. Sementara untuk Kaki Limata, akan diberikan kesempatan untuk kerjasama dengan Pemkot Makassar.

“Ini semua, nanti kalau masyarakat sudah dipetakan begini, kalau ada masyarakat punya Kaki Lima, akan dikerjakan di PKL Center, atau usaha kue tradisional, kira-kira begitu,” ungkap Danny

Instagram DIAmi ini, lanjut Danny, akan menjadi kontrak politik langsung antara tingkat RT dan Wali Kota, sehingga nantinya keluhan atau tuntutan bisa langsung tersampaikan ke dirinya.

“Ini bukan kontrak kelurahan dengan pemerintah, tapi tingkat bawah yaitu RT dan Pemerintah,” pungkasnya. (*)


div>