KAMIS , 26 APRIL 2018

Appi Minta Rivalnya Hargai Proses Hukum

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 12 April 2018 12:15
Appi Minta Rivalnya Hargai Proses Hukum

Munafri Arifuddin (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Atmosfer Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar mendatang semakin memanas pasca putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) yang meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 2, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi).

Hal itu terlihat dalam beberapa pekan terakhir ini, sejumlah pendukung DIAmi menggelar aksi demonstrasi serta menyebarkan opini mosi tidak percaya terhadap putusan PTTUN.

Isu miring pun menerpa pasangan nomor urut 1, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang merupakan satu-satunya calon penantang DIAmi di Pilwalkot. Berbagai pihak bahkan tim pemenangan DIAmi menilai Appi-Cicu tak siap bertarung hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kita terus diterpa isu miring bahwa kami dinyatakan tak siap bertarung. Yang ingin saya tegaskan bahwa sampai di lubang semut pun kami selalu siap bertarung,” kata Appi, Rabu (11/4).

CEO PSM Makassar itu menggambarkan kesiapannya dalam Pilwalkot dengan dukungan sepuluh Partai Politik (Parpol) sebagai partai pengusung.

“Kami dari awal siap bertanding di Pilwalkot, apalagi sepuluh mesin partai berada di belakang kami, jadi buat apa menyebar isu-isu seperti itu. Relawan masyarakat Kota Makassar hampir setiap harinya bergabung dan mendeklarasikan diri mendukung perjuangan kami,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Appi menyarankan pihak yang merasa dirugikan agar lebih menghormati proses hukum, bukan malah membuat kegaduhan dan menyebar fitnah.

“Kalau begini terus ketentraman dan stabilitas demokrasi di Kota Makassar akan tercederai, marilah kita sama-sama menghormati proses hukum dan tetap merayakan pesta demokrasi ini,” pungkasnya. (*)


div>