SENIN , 16 JULI 2018

April, Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 21 Maret 2018 10:45
April, Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka

kantor balaikota (ist)

* Pemkot Siapkan Kuota Hingga 150 Orang

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar terus mengawal program magang ke luar negeri di Kementerian Ketenagakerjaan RI. Rencananya Disnaker bakal membuka pendaftaran program magang ke Jepang ini pada awal April mendatang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Irwan Bangsawan mengatakan, pihaknya telah menyurat ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker RI untuk mengundang ke Makassar dalam rangka menyosialisasikan program magang kerja ke Jepang.

“Kita akan mengundang semua stakeholder baik kelurahan dan kecamatan untuk hadir dalam sosialisasi di Balaikota, rencananya akhir Maret sehingga pendaftaran bisa dibuka di awal April,” jelas Irwan Bangsawan, Selasa (20/3) kemarin.

Ia mengatakan, dalam tahap awal sosialisasi nantinya, pihaknya bakal menghadirkan perwakilan Jepang yang berada di Indonesia dan Dirjen Binalattas Kemnaker akan menyampaikan secara langsung.

“Yang disampaikan yaitu informasi tentang persyaratan dan bagaimana prosesnya dan tanggung jawabnya seperti apa, semuanya akan dijelaskan,” kata Irwan Bangsawan.

Setelah sosialisasi, lanjut mantan Kepala Badan Diklat Kota Makassar ini akan membuka pendaftaran di Kantor Disnaker Kota Makassar dengan 150 kouta yang disediakan yang kemudian akan dilakukan tes di Jakarta.

“Setelah mendaftar, mereka dites terlebih dahulu sebelum tes di Jakarta, tujuannya untuk bisa terbiasa dan permantap,” kata Irwan Bangsawan

“Tesnya itu berupa ke Samaptaan, Matematika, Kesehatan dan tes Fisik dan tentunya yang terakhir adalah wawancara,” lanjutnya.

Ia menambahkan, magang ini dibuka untuk pria dan wanita dengan syarat usia maksimal 26 tahun, dengan Tinggi Badan dan Berat badan untuk Pria 160 Cm/55 Kg dan Perempuan 155 Cm/45 Kg.

“Gaji disana itu perbulan bisa sampai Rp 12 juta sementara kalau sudah tiga tahun dan ingin kembali ke Indonesia, pihak Jepang akan memberikan pesangon senilai Rp 750 juta,” ucap Irwan Bangsawan.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengatakan, program magang ke Jepang sudah lama dan tahun ini pihak Jepang sendiri yang meminta perwakilan dari Indonesia untuk belajar dan magang di salah satu perusahaan otomotif di Jepang.

“Perusahaan otomotif salah satu terbesar dari Jepang yang mau membuka program permagangan dan bukan TKI. Ini kita apresiasi karena sudah 13 tahun kita di-blacklist dan Alhamdulillah kita diberi kesempatan,” ujar Deng Ical, sapaan Syamsu Rizal.

Ia mengatakan bahwa kesempatan magang ke Jepang tersebut merupakan kesempatan emas bagi putra putri Kota Makassar untuk menimbah ilmu, pengalaman dan keterampilan.

“Sekali lagi ini bukan TKI tapi peserta magang tentunya orientasi belajarnya jauh lebih besar porsinya dibanding dengan tenagakerjaannya serta menariknya gaji yang didapat hampir sama dengan TKI,” jelas Syamsu Rizal. (*)


div>