MINGGU , 20 JANUARI 2019

ARA Baper, Danny ke Lain Hati

Reporter:

Iskanto

Editor:

Sabtu , 08 Desember 2018 10:19
ARA Baper, Danny ke Lain Hati

Ilustrasi (Rakyatsulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Galau, baper, dan dongkol. Itulah yang dirasakan Ketua Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali, saat mengetahui jika Moh Ramdhan “Danny” Pomanto ke Partai NasDem.

Apa yang dirasakan Adi Rasyid Ali (ARA) disampaikan secara terang-terangan di hadapan Danny Pomanto dan seluruh Calon Legislatif (Caleg) Demokrat Makassar, pada pelatihan strategi dan pendidikan politik untuk seluruh kader partai berlambang mercy tersebut, yang dilaksanakan di Hotel Novotel Makassar, Jum’at (7/12).

ARA menyampaikan kedongkolannya atas pilihan Danny Pomanto yang bergabung dengan NasDem, dibandingkan Demokrat. Padahal, Demokrat selalu konsisten mengawal Danny Pomanto di Pilwalkot Makassar lalu.

“Pak Danny masuk ke NasDem, saya sedikit baper. Saya sedikit dongkol. Jadi benar NasDem ini, Nassusai Demokrat. Tapi inilah politik, kita tidak boleh terlena dan tetap harus berjuang,” ujarnya.

Ia pun sempat menyinggung soal kemenangan Kotak Kosong (KoKo) di Pilwalkot Makassar. Dimana pada saat itu, Demokrat yang komitmen dan konsisten mendukung Danny Pomanto. Apalagi, ia merupakan Panglima Pemenangan KoKo.

“Waktu itu kita satu lawan sepuluh. Kalau kalah, hal yang biasa karena kita dikeroyok. Tapi kalau menang, itu baru luar biasa. Alhamdulillah, kami masuk menjadi kolom kosong dan kita menang. Itu sejarah,” tuturnya.

ARA membeberkan, akan menagih janji Danny Pomanto di Pemilu 2019 mendatang. “Tapi Pak Danny berkomitmen, berjanji akan membantu Partai Demokrat di tahun 2019, dan itu akan kami tagih. Dia berbicara selaku sahabatnya,” tukasnya.

Terkait pelaksanaan pelatihan strategi dan pendidikan politik untuk seluruh kader Partai Demokrat, ARA mengatakan, menghadapi Pemilu 2019, semua caleg harus diberikan pembekalan strategi politik. Apalagi, banyak yang baru bergabung di Partai Demokrat.

“Memang kita juga banyak memberikan pendidikan politik bagi kader yang baru masuk bergabung di Demokrat,” imbuhnya.

Partai berlambang mercy ini, kata ARA, tidak memberikan prioritas untuk calon incumbent. “Semua sama saja, baik caleg yang baru maupun caleg yang lama, senior, incumbent, maupun yang baru,” tegasnya.

Dalam pembelakan ini, seluuruh caleg baik pendatang baru, maupun senior, harus mengenal medan yang akan dikunjungi dan apa yang diharapkan oleh masyarakat jika kedepan terpilih. “Poin penting, pertama kita harus mengenali medan.

Kedua, mengetahui apa keinginan rakyat. Ketiga, bisa memahami manajemen dapil yang ada di Kota Makassar. Manajemen dapil itu, harus mengenal posisi lawan dan posisi teman yang ada di setiap dapil,” terangnya.

Kepada seluruh caleg, juga diingatkan agar dalam sosialisasi tidak terjadi tumpah tindih sesama kader. Apalagi, sampai terjadi gesekan di lapangan.

Sementara, Danny Pomanto yang hadir pada pembekalan tersebut, langsung merespon curahan hati ARA. Ia mengaku mempunyai alasan yang tidak bisa dijelaskan di depan publik, soal bergabungnya di Partai NasDem.

“Saya kira, keputusan saya kemarin saya tidak bisa cerita disini. Tentunya saya punya alasan, tanpa harus tidak menghormati Demokrat. Saya sangat menghormati Demokrat, buktinya sama-sama warna biru,” kata Danny.

Ia menyampaikan, seluruh caleg Partai Demokrat tidak usah khawatir. Pihaknya akan tetap komitmen dan konsisten.

“Tidak usah khawatir tentang saya. Saya kira, sayalah orang yang selalu berkomitmen,” tegasnya.

Danny Pomanto menilai, Demokrat merupakan partai politik yang cukup kuat, untuk pertarungan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

“Ada progres untuk menghadapi Pilpres dan Pileg kedepan. Terutama pileg. Kalau pileg diandaikan perang, saya kira Demokrat sangat siap. Dan saya doakan semua bisa terpilih,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut Danny Pomanto, dapat dinilai dari kinerja Partai Demokrat dalam memenangkan KoKo pada Pilwalkot Makassar lalu. Sehingga, itu akan menghasilkan keuntungan yang cukup baik untuk Partai Demokrat.

“Apalagi dengan sangat cerdas mempunyai satu tagline, yang namanya KoKo. Ini menjadi sebuah benefit politik yang sangat baik untuk dimanfaatkan,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Ali Armunanto, menilai, ada yang tidak beres dalam hubungan ARA dan Danny Pomanto, sehingga persoalan tersebut kemudian diumbar di depan publik, khususnya seluruh caleg Partai Demokrat. Namun, kepindahan Danny ke NasDem akan memberikan peluang yang lebih bagus untuk Danny Pomanto pada Pilwalkot Makassar yang akan digelar 2020 mendatang.

“Kedepan Danny melihat lebih bagus di NasDem. Karena kita lihat, ke depan bisa saja yang muncul keluarga Yasin Limpo. Dengan bergabung di NasDem, bisa nanti didukung oleh Pak Syahrul, dan Pak None (Irman Yasin Limpo, red), tidak bisa mencalonkan diri,” ujarnya.

Andi Ali beranggapan, hubungan yang tidak harmonis dan tidak konsistennya Danny Pomanto, bisa saja membuat Partai Demokrat tidak lagi memberikan dukungannya di Pilwalkot 2020 mendatang. “Disini menjadi keputusan organisasi dan meminta anggotanya tidak mendukung lagi Pak Danny jika bertarung lagi di Pilwalkot Makassar nanti,” bebernya. (Arini – Fachrullah)


div>