SABTU , 20 JANUARI 2018

ARA Tunggu Lawan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 21 Januari 2015 13:10
ARA Tunggu Lawan

Grafis : Juandi/RakyatSulsel

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Adi Rasyid Ali (ARA) masih diunggulkan untuk memimpin Partai Demokrat Makassar selama lima tahun ke depan. Selain prestasinya di Pemilu 2014, posisinya sebagai wakil ketua DPRD Makassar sangat strategis untuk terpilih kembali.

Meski begitu, ARA siap-siap menunggu lawan sepadan. Kekuatan ARA bisa saja ambruk jika bekas Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin mendorong figur lain. Misalnya Endre Cecep Lantara atau Zulkarnain Paturuni.

Wakil Bendahara Demokrat Makassar Abdi Asmara mengatakan, leadership ARA selama menjabat ketua Demokrat Makassar sudah terbukti dengan mempertahankan soliditas 14 PAC Demokrat. “Banyak kualifikasi ARA yang saya kira cukup sulit untuk disaingi oleh figur lain jika seandainya ada yang ingin maju sebagai ketua partai,” ujarnya, Selasa (20/1).

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Makassar ini menambahkan, AD/ART Partai Demokrat sangat dimungkinkan untuk menjabat sebagai ketua partai maksimal dua periode. “Pak ARA saya kira masih punya peluang besar untuk terpilih dan dipilih kembali dalam muscab,” pungkasnya.

Muscab Demokrat Makassar akan memperebutkan sebanyak 16 suara. Rinciannya, satu suara untuk masing-masing PAC, satu suara DPD, dan satu suara DPP. “Kalau untuk waktu pelaksanaan muscab, bisa saja diselenggarakan tahun ini jika proses pemilihan ketua di tingkatan DPD dan struktur kepengurusannya rampung,” tandasnya.

Legislator Demokrat DPRD Makassar Basdir mengaku sosok Adi Rasyid Ali masih layak kembali melenggang. “Kalau saya melihat dan merasakan selama Di DPRD, masih sangat nyaman dipimpin oleh pak ARA. Pengurus DPC dan anggota Fraksi di DPRD tidak pernah ada masalah besar yang muncul,” katanya.

Basdir menuturkan, selama kepemimpinan ARA, Demokrat juga mampu menjadi peraih suara terbanyak di Kota Makassar saat pemilihan legislatif (pileg) lalu, walau kursi mereka hanya berselisih satu dengan partai pemenang pileg yakni Golkar.

“Berdasarkan semua hal di atas, maka menurut saya ARA masih paling layak memimpin demokrat kota makassar,” terangnya.

Meski tetap memberikan isyarat kepada ketuanya itu, namun Basdir yang juga ketua Badan pemenangan pemilu (Bappilu) DPC Demokrat Makassar ini tetap mengharapkan kehadiran figur eksternal saat muscab nantinya.

“Tapi tentu dengan tidak menutup ruang kepada kandidat eksternal lain untuk ikut berkompetisi,” ungkapnya.

Hal tersebut diungkapkannya setelah beberapa figur eksternal mulai masuk dalam bursa kandidat ketua Demokrat Makassar termasuk nama Walikota Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto yang juga usungan partainya saat pilwalkot lalu.

“Kalau pak Danny punya keinginan untuk memimpin Demokrat Makassar silakan saja. Itu hak politik beliau, tetapi bagi saya sebaiknya beliau lebih baik fokus dulu membangun kota makassar,” pungkasnya.

Sementara, legislator Demokrat lainnya Susuman Halim yang sebelum-sebelumnya menolak keberadaan figur eksternal untuk bersaing saat muscab Demokrat mendadak kalem.

“Saya tidak mau tanggapi dulu soal muscab. Ini perintah DPD langsung,” ujarnya.

Diberbagai kesempatan pasca menguatnya nama Danny dalam bursa kandidat ketua Demokrat Makassar, Sugali sapaan akrabnya berkali-kali menolak keberadaan bekas konsultan tata ruang itu. “Susah Pak Danny kalau mau bersaing jadi ketua partai. Coba tanya PPP, PKS, atau Golkar, mau nggak terima pak Danny sebagai ketuanya,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Bahkan, loyalis Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ini menganggap sosok ARA lebih pantas kembali terpilih jika dibandingkan Danny. Selain ARA disebutnya punya kematangan dalam menyikapi berbagai dinamika politik, keberadaan figur eksternal bisa saja semakin membuat renggang partai demokrat.

“Saya anggap Pak ARA masih layak pimpin Demokrat. Jangan sampai keberadaan figur eksternal malah semakin mengacaukan Partai Demokrat,” pungkasnya.

Sementara elite DPD Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle mempersilakan kepada para kader yang ingin memimpin Partai Demokrat Makassar. “Kita belum tahu siapa yang akan maju di muscab. Semua kader memiliki hak konstitusi untuk menjadi ketua DPC,” kata Selle.

Legislator Demokrat DPRD Sulsel ini menjamin, Demokrat Sulsel memberikan kebebasan penuh pada kader untuk bersaing secara wajar dan sehat. “DPD tidak pernah ikut mencampuri urusan DPC selagi masih dalam kewajaran persaingannya. Yang salah jika sudah ada yang konflik dan pembunuhan karakter,” tandasnya.  (sop-syt-upi)


Tag
div>