SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

ARA Vs Danny : Bersatu di Pilwali, Bercerai di Pilpres

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

MA

Kamis , 06 September 2018 11:20
ARA Vs Danny : Bersatu di Pilwali, Bercerai di Pilpres

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Momentum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, menjadi awal perbedaan Partai Demokrat dengan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto.
Diketahui, sejak awal pencalonan Danny pada Pilwali 2013 lalu hingga Pilwali 2018, Demokrat merupakan satu-satunya partai yang tetap setia mendukung pencalonan Danny, meski Danny kembali maju melalui jalur independen alias non partai.
Bahkan, ketika Danny-Indira didiskualifikasi sebagai pasangan calon peserta Pilwali Makassar, Demokrat tetap berada dibarisan Danny dan mengambil peran besar atas kemenangan kolom kosong, sebagai representasi dukungan ke Danny.
Tak bisa dipungkiri, kemenangan kolom kosong pada Pilwalkot Makassar 27 Juni lalu berkat peran Partai Demokrat Makassar yang dinakhodai Adi Rasyid Ali (ARA).
Kini, soliditas ARA dan Danny kembali diuji, lantaran perbedaan dukungan di Pilpres 2019 mendatang. Wali kota Makassar, Danny Pomanto memilih mendukung Jokowi untuk dua periode, sementara Partai Demokrat adalah partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Ketua Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali, mengakui hal tersebut. Namun, ARA menegaskan bahwa dalam dunia politik, perbedaan pilihan adalah sebuah hal yang biasa.
Akan tetapi, ARA menekankan jika persatuan (Demokrat dan Danny Pomanto) akan kembali terwujud pada tahun 2020 mendatang, yakni saat Pilwali Makassar kembali digelar.
“Itu hal biasa dalam dunia politik, meski di Pilpres 2019 berbeda pilihan. Tapi kami pasti tetap kompak dan kembali bersatu di Pilwali Makassar 2020 nanti,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini, Rabu (5/9).
ARA mengaku jika dirinya juga sudah menyampaikan perbedaan pilihan tersebut kepada Danny belum lama ini. Menurutnya, Danny juga sudah mengetahui jika akan berlawanan pilihan pada Pilpres 2019. Akan tetapi, sambungnya, hubungan persahabatan dan kerjasama akan senantiasa tetap terjaga.
“Pernah saya ketemu pak wali (Danny), saya tanya soal perbedaan pilihan di Pilpres dan dia juga akui itu. Tapi kami sama-sama berjanji tetap menjaga persahabatan dan kekompakan,” ungkapnya.
Adi Rasyid Ali juga mengungkapkan, kerja-kerja partainya saat Pilwali Makassar beberapa waktu lalu, hingga peranan partainya dalam memenangkan Koko.
ARA menceritakan perjuangan Partai Demokrat sejak awal dalam mengusung dan memenangkan pasangan Moh Ramdhan Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi).
Dikatakannya bahwa Demokrat menjadi satu-satunya partai pemilik kursi di DPRD Makassar yang tetap konsisten mendukung dan bertahan di DIAmi. Sementara disaat itu, sejumlah partai yang jauh hari sebelumnya menyatakan berada di kubu DIAmi, malah berbalik mendukung pasangan lain.
“Saat semua partai memilih meninggalkan DIAmi, Demokrat konsisten dan komitmen. Bahkan saat DIAmi didiskualifikasi sebagai pasangan calon, keputusannya tetap bersama DIAmi, yakni beralih ke Koko dan itu tidak dimotori oleh pak Danny saat itu,” jelasnya.
Sementara Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, beberapa waktu lalu, juga telah menunjukkan arah dukungannya di Pilpres 2019 mendatang.
Meskipun Danny tak secara resmi menunjukkan arah dukungannya dan hanya secara simbol, namun dia berharap agar pemerintahan kali ini bisa dua kali tambah baik, layaknya slogan Kota Makassar.
“Alangkah baiknya kalau dua kali tambah baik buat Indonesia, maka masyarakat tentu harus dukung pak Jokowi dua periode,” ujar Danny.
Danny juga tak menampik jika pilihanya bersama Jokowi-Ma’ruf Amin, bukan hanya dukungan semata. Namun, Danny mengaku memiliki utang jasa pada Jokowi.
“Kalau di Makassar masyarakat maunya dua kali tambah baik, saya rasa masyarakat Indonesia juga sama, maunya dua kali tambah baik,” pungkasnya.


Tag
div>