MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Arab Saudi Persulit Proses Identifikasi Korban Tragedi Mina

Reporter:

Azis Kuba

Editor:

Selasa , 29 September 2015 02:13
Arab Saudi Persulit Proses Identifikasi Korban Tragedi Mina

Tragedi Mina (int)

RAKYATSULSEL.COM – Sejak awal kejadian pemerintah sebenarnya ingin cepat melakukan indentifikasi terhadap jemaah haji Indonesia yang menjadi korban dalam tragedi Mina. Tapi pihak Arab mempersulit.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan sesaat setelah tragedi Mina yang terjadi pada 24 September pagi, pihaknya langsung membuat langkah-langkah untuk melakukan verifikasi dan identifikasi korban. Mulai dari pembuatan hotline, pembentukan tim investigasi, pembentukan tim komunikasi, sampai membuat langkah-langkah lanjutan.

“Setelah itu kami lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, mendatangi tempat pemulasaran seluruh korban, termasuk juga melakukan penyisirian ke semua rumah sakit yang ada di Mekah dan Jeddah,” jelas kata Lukman dalam konferensi pers di Mekkah, seperti disiarkan live oleh TVRI Senin malam.

Sayangnya, tim yang dibentuk tidak bisa langsung memeriksa korban. Pihak Arab Saudi tidak memberikan akses tim untuk masuk ke tempat penyimpanan mayat. Tim baru diizinkan masuk pada 25 September sekitar pukul 11 malam.

“Malam itulah pertama kali kami mendapatkan akses. Setelah akses mulai terbuka, baru kami bisa melakukan identifikasi,” ucapnya.

Dengan alasan itulah, pemerintah tidak langsung bisa menginformasikan jumlah jamaah yang meninggal. Di hari pertama, pemerintah hanya bisa mengandalkan informasi dan keterangan saksi bahwa jamaah haji Indonesia yang ikut menjadi korban tragedi Mina adalah 2 orang.

“Hari pertama dan kedua kami belum mendapatkan akses untuk melihat jenazah. Baru pada 25 September pukul 23 kami baru mendapat akses itu,” tutur Lukman.

[NEXT-RASUL]

Setelah mendapatkan akses masuk ke tempat penyimpanan mayat, para petugas bergerak cepat. Mereka memotret jenazah kemudian mencocokkan data-data dan tanda pengenal yang ada seperti gelang, tas, baju, atau kerudung. Itulah yang disimpan dalam file yang dicocokkan dengan foto,” imbuhnya.

Pihak pemerintah Arab Saudi juga menyerahkan banyak foto untuk diidenfikasi. Di hari pertama proses indentifikasi, pihak Arab Saudi menyerahkan 500 foto. Kemudian di hari kedua menyerahkan 350 foto dan hari ketiga sebanyak 257 foto.

Tapi, tidak semua foto itu bisa dikenali. Di hari ketiga kondisi jenazah sudah tidak bisa dikenali karena tubuhnya mulai membengkak. Apalagi, atribut pada jenazah juga sudah hilang. Ketika file dan atribut sudah tidak dikenali lagi kami lakukan cek fisik,” jelasnya.

Saat ini juga Lukman juga tengah sibuk mengurusi proses pemulangan jamaah haji Indonesia. Pagi ini proses pemulangan akan dimulai dan dijadwalkan selesai pada 26 Oktober nanti.


div>