JUMAT , 20 JULI 2018

ARB – Agung Mesra Lagi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 05 Februari 2016 13:01
ARB – Agung Mesra Lagi

int

PENULIS: SOPHIAN
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Api perpecahan di internal Partai Golkar perlahan padam. Setelah hampir satu setengah tahun berkonflik, hubungan Aburizal Bakrie (ARB) dan Agung Laksono (AL) akhirnya kembali mesra.

Hal itu terlihat saat keduanya menghadiri Rapat Harian Perdana Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar hasil Munas Riau di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (4/2). Rapat konsolidasi ini sekaligus sebagai ajang silahturahim pasca kesepakatan kedua kubu atas penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) pada April atau Mei 2016.

Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mengharapkan rapat perdana kepengurusan bisa membangun kembali rasa persaudaraan yang sebelumnya terpecah akibat konflik internal partai yang berkepanjangan.

“Harapan saya persaudaraan kembali melekat, cinta makin bersemi,” ujar Ical, sapaan akrabnya, Kamis (4/2).

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono menjelaskan dalam rapat perdana tersebut membahas mengenai penyelenggaraan Munaslub, namun dalam penetapan mengenai lokasi dan waktu serta kepanitiaan munas akan dibahas kemudian melalui rapat pleno.

Meski demikian, mantan Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol ini mengatakan dalam rapat pembahasan pelaksanaan Munaslub, dirinya akan mengusulkan digelar pada April.

“Kita silahturahim saja dulu karena sudah setahun lebih (berseteru). Kita lakukan konsolidasi Golkar secara organisasi, lembaga serta individu,” ujar Agung.

[NEXT-RASUL]
Berdasarkan pantauan, kedua pimpinan tersebut saling bertegur sapa dan saling melempar canda gurau. Tak jarang keduanya terlihat tertawa lepas.

Padahal sebelum Pemerintah memperpanjang SK kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Riau keduanya terus berselisih paham mengenai kepengurusan partai yang sah. Melalui Kepengurusan Riau, kedua kubu yang selama ini berseteru kembali bertemu dan saling menyapa secara akrab.

Dalam rapat tersebut turut hadir Wakil Ketua Umum Agung Laksono, Teo L Sambuaga dan Sharif Cicip Sutardjo. Sekjen Idrus Marham, Ketua DPP bidang Hubungan Legislatif dan Lembaga Politik Priyo Budi Santoso, Ketua DPP Golkar bidang kepemudaan Yorrys Raweyai, Ketua DPP bidang Hukum dan HAM Muladi, ketua DPP Bidang Kerja Sama Organisasi Rambe Kamarulzaman, Kemasyarakatan Ketua DPP bidang Khusus, Nurdin Halid, Wakil Sekjen Leo Nababan.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin Jayadi Nas menilai rapat bersama yang dilakukan ARB dan AL di sekretriat DPP merupakan sinyalemen yang baik, terhadap teruwujdunya konsolidasi dalam rangka mensolidkan Golkar. Namun pertemuan AL dan ARB ini dinilai, tidak menjadikan Munaslub mendatang, tanpa dinamika.

Jayadi meyakini bahwa perebutan Ketua Umum DPP Golkar, dengan tidak ikut sertanya ARB dan AL dalam Munaslub tersebut, menjadikan potensi banyaknya gerbongĀ  ikut bermain dalam perebutan pucuk pimpinan di beringin, berpeluang terjadi.

“Hubungan AL dan ARB yang kembali cair, ini pertanda bagus buat rekonsiliasi di Golkar. Namun bukan berarti bahwa dinamika di Golkar selesai, tanpa AL dan ARB maju bertarung justru membuat perebutan ketua umum akan berlangsung dinamis,” ujarnya.

Selain itu menurut mantan Ketua KPU Sulsel ini, selama ini konflik di Golkar tidak hanya melibatkan antara AL dan ARB saja, melainkan juga turut melibatkan sejumlah elit Golkar lainnya seperti Akbar Tanjung maupun Jusuf Kalla (JK).

[NEXT-RASUL]

Untuk itu menurut Jayadi, Golkar mesti mengatur secara matang persiapan sebelum diselenggarakannya Munaslub, khususnya dalam mengakomodir kubu yang selama ini berkepentingan di Munaslub dalam kepanitiaan, baik sebagai panitia pelaksana maupun panitia pengarah.

“Di Pra Munaslub mesti ada keputusan yang dibuat dengan memuaskan seluruh pihak, jangan sampai ada kesan bahwa pelaksanaan Munaslub ini hanya didominasi oleh satu kubu saja,” terangnya.

Selama ini menurut Jayadi, Golkar telah memberikan pendidikan politik yang kurang bagus terhadap masyarakat. Untuk itu momen Munaslub diharapkan dapat mengembalikan citra positif Golkar, sehingga kembali meraih kejayaannya pada momentum politik berikutnya.

“Satu setengah tahun masyarakat diberikan pendidikan politik yang kurang bagus, namun kita berharap bahwa konflik yang selama ini terjadi bisa diselesaikan secara baik pula. Untuk itu pra Munaslub mesti berorientasi kepada hal itu, yakni mensolidkan kembali Golkar untuk mengembalikan kebesaran Golkar, dan bukan untuk mengakomodir faksi-faksi,” jelasnya.

Terkait dengan pelaksanaan Munaslub, Wakil Sekertaris Jendral Kubu Agung Laksono, berharap adanya peran yang sama yang diberikan terhadap kedua kubu dalam mewujudkan kesuksesan Munaslub.

Untuk itu menurut Sabil, hal yang bersifat tekhnis dalam Munsalub, seperti pembentukan kepanitiaan mesti melibatkan unsur kubu yang selama ini berseteru. “Kepanitiaan Munaslub mesti bersama, yakni diisi oleh kubu AL dan ARB, tidak boleh saling mendominasi,” terangnya.

Sabil pun menampik bahwa saat ini kepanitiaan Munaslub sudah terbentuk. Menurutnya, belum ada pembicaraan maupun pleno terkait dengan pembentukan kepanitiaan. Sehingga adanya nama-nama yang saat ini disebut sebagai panitia merupakan wacana pihak yang menginginkan Munaslub tidak berlangsung kondusif.

[NEXT-RASUL]

“Pembentukan panitia Munaslub mesti melalui rapat pleno, adanya panitia itu hanya wacana saja. Selama ini pertemuan hanya bersifat konsolidasi, belum masuk hal tekhnis,” tandasnya.

Sebelumnya, Politisi Golkar kubu ARB, Yorrys Raweyai menyebutkan bahwa kepanitiaan Munaslub sudah terbentuk dimana, Theo L Sambuaga sebagai ketua panita, Nurdin Halid sebagai ketua Stering Committee, dan Yorrys Raweyai sebagai Organizing Committee.


Tag
  • DPP Golkar
  •  
    div>