SABTU , 20 JANUARI 2018

Ardin Akan Kembangkan 115 Haktare Lahan Perkebunan di Sidrap

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 30 Mei 2017 13:24
Ardin Akan Kembangkan 115 Haktare Lahan Perkebunan di Sidrap

Ketua BPD Ardin Sidrap H Abd Malik Pasittai (kedua kiri) didampingi Ketua BPD Ardin Provinsi Sulsel Haerumi Hamzah Tuppu (kedua kanan) memberikan keterangan di Kantor BPD Ardin Provinsi Sulsel, Senin (29/5). foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (Ardin) Kabupaten Sidrap menyediakan lahan perkebunan di Kabupaten Sidrap seluas 115 Hektare (Ha). Lahan milik Ketua BPD Ardin Kabupaten Sidrap, H Abd Malik Pasittai ini, diharapkan dapat menjadi lokasi usaha baru bagi anggota Ardin tidak hanya di Sidrap, tetapi yang ada di Sulsel.

Malik mengatakan, di lokasi ini akan digarap produk perkebunan, seperti bawang merah, jagung, cabai, dan lombok. Hal ini sejalan dengan anjuran pemerintah supaya komoditas tersebut jadi skala prioritas.

“Ardin itu kan asosiasi pengusaha rekanan dan suplayer, saatnyalah kita perlu diversifikasi usaha, seperti ke sektor perkebunan ini. Dengan adanya pasar baru ini, diharapkan anggota Ardin lebih diberdayakan dan terlibat dalam pengelolaannya minimal 50 orang tahap pertama. Kalau ini berjalan bagus, Insya Allah masih ada tahap selanjutnya,” jelas Malik diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (30/5).

Ketua Ardin Kabupaten Sidrap sejak 1995 ini, mengatakan, selain lahan perkebunan, ia juga memiliki lahan seluas 100 Ha untuk pertanian dan 400 Ha peternakan.

“Berbeda dengan lahan perkebunan, kalau lahan pertanian ini sudah jalan yaitu sebagai sawah untuk tanaman padi dan pembibitan benih padi, sementara lahan peternakan untuk ternak dan penggemukan sapi Bali, namun masih tetap butuh pengembangan untuk skala lebih besar lagi,” jelasnya.

“Kalau toh nantinya ada juga teman-teman Ardin yang berminat pada peternakan ini dapat dimediasi dengan membuat pagar khusus di lahan yang sudah ada,” tambah Malik yang sejak 1972 sudah bergelut di dunia usaha ini.

Malik mengakui, sektor peternakan ini juga sangat potensial, karena tingkat kebutuhan daging di Sulsel yang sangat tinggi. Sementara, sapi yang dimiliki di sana masih sangat terbatas.

[NEXT-RASUL]

“Di sana saya baru miliki 400 ekor sapi. Ternak jenis ini delapan bulan masa kehamilan sudah bisa melahirkan. Biasanya 70 persen saja dari 400 ekor itu yang melahirkan per tahun. Kan ada biasa juga mandul. Sementara, kebutuhan daging sapi sangat tinggi, sebagai contoh Kabupaten Sidrap dan Kota Parepare saja butuh 30 ekor sapi per hari. Selain itu, ada juga 120 induk kerbau, namun masa melahirkannya bisa sampai dua tahun sekali per ekor,” ujar pemilik Malik Passittai Farm Resort ini.

Bakal calon Bupati Sidrap ini, mengatakan, rencana pengembangan perkebunan, pertanian, dan peternakan tersebut adalah bisnis yang sangat menguntungakan. Apalagi, sudah ada bank yang siap dan akan memback up rencana ini.

“Sudah ada bank yang merespon dan memang ada skim untuk itu melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sisa bagaimana mekanisme yang akan digunakan,” jelasnya.

Ketua BPD Ardin Provinsi Sulsel Haerumi Hamzah Tuppu mengakui, rencana ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Ardin Jhon Palinggi.

“Ketua Umum sudah ke sana meninjau langsung lokasinya dan sangat merespon rencana pengembangan usaha di kawasan Sidrap ini. Bahkan, Sulsel akan jadi percontohan BPD-BPD lain di Indonesia dalam memberdayakan anggotanya seperti ini,” terangnya. (***)


div>