RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Aroma Koalisi Masih Tipis-tipis

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 14 Maret 2017 09:49
Aroma Koalisi Masih Tipis-tipis

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Arah koalisi parpol jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 masih sulit ditebak.

Tanpa petahana, menjadikan koalisi parpol yang memenangkan pasangan Syahrul Yasin Limpo – Agus Arifin Nu`mang dinilai bakal sulit terulang. Hal ini juga disebabkan masih sulitnya parpol menemukan kesamaan dalam menjalin koalisi yang bersifat jangka panjang. Ditambah belum adanya figur yang secara personal mendominasi kontestasi di pilgub mendatang.

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan, partai politik masih mencari bakal calon gubernur yang akan diusung. Namun, untuk koalisi parpol belum ada yang bisa dinyatakan efektif secara koalisi.

Pasalnya, belum ada parpol yang terang-terangan menyatakan koalisi pada Pilgub Sulsel nantinya. Menurutnya, untuk membangun koalisi efektif Parpol sangat ditentukan dengan komunikasi yang dibangun oleh kandidat bakal calon gubernur nantinya. Sehingga, koalisi “Sayang” pada pilgub sebelumnya sudah tidak efektif lagi untuk digunakan dalam bertarung.

“Konstalasi koalisi parpol di pilgub sangat dipengaruhi komunikasi politik para kandidat sehingga koalisi sayang tidak relevan lagi. Sementara posisi aman mengusung tanpa koalisi hanya Golkar. Tetapi untuk menang tentunya Golkar tetap harus berkoalisi,” ungkap Firdaus, Senin (13/3).

Lebih lanjut, kata Firdaus, hingga saat ini Parpol masih mencoba mendorong kader partai masing-masing yang dinilai punya kemampuan ikut bertarung. Sehingga, untuk menjalin koalisi masih sangat terlalu dini dipetakan.

[NEXT-RASUL]

“Koalisi antarparpol untuk mengusung kandidat yang disepakati masih nihil, sebab partai masih berusaha mengusung kader masing-masing. Demokrat dan Gerindra paling menjanjikan setelah Golkar,” terangnya.

Sementara itu, Konsultan Politik JSI, Nursandy mengatakan, koalisi parpol sangat dipengaruhi oleh seorang kandidat yang akan diusung. Bukan tanpa alasan, para kandidat tentu akan melihat parpol mana saja yang punya andil besar dan peluang untuk memenangkannya.

“Kalau berbicara efektifitas koalisi menurut saya ini sangat tergantung dari pertimbangan seorang kandidat untuk memenuhi syarat dukungan kursi untuk maju sebagai gubernur. Tentu juga melihat seberapa banyak tebaran kader-kader partai itu sendiri memegang jabatan strategis di daerah,” ungkapnya.

Nursandy menjelaskan, untuk membangun koalisi parpol, kendali ada di tangan kandidat dalam membangun komunikasi dengan parpol yang akan mengusungnya. Pasalnya, ada beberapa hal penting yang tentu menjadi pertimbangan dari seorang kandidat sebelum benar-benar mengendarai sebuah parpol.

“Kita ketahui bersama, kan dari beberapa partai politik itu punya kader yang memegang kendali di daerah, seperti Golkar, PKS, Gerindra dan tentu itu yang menjadi pertimbangan-pertimbangan. Karena bagaimana pun seorang calon akan mempertimbangkan akan merangkul partai politik yang bisa membantu memenangkan pertarungan tapi bukan hanya mempertimbangkan syarat dukungan semata atau perolehan kursi semata,” terang Nursandy.

Untuk saat ini, Nursandy menilai belum melihat adanya tanda-tanda parpol membangun koalisi. Sehingga, lanjutnya, koalisi parpol baru bisa dilihat nantinya pada saat bakal calon gubernur sudah terang-terangan menyatakan maju di Pilgub 2018 mendatang.

[NEXT-RASUL]

“Kalau melihat per hari ini sebenarnya peluang-peluang koalisi bagi sejumlah parpol koalisi itu belum ada yang pasti inikan mereka masih tahap komunikasi dan tentunya akan mempertimbangkan aspek-aspek lainnya,” jelasnya.

Sebelumnya lembaga konsultan politik Nurani Strategic menganalisa peluang koalisi parpol di Pilgub Sulsel mendatang. Direktur Nurani Strategic Nurmal Idrus mengungkapkan, meskipun arah koalisi masih sulit ditebak. Namun menurutnya, peluang koalisi di Pilgub nanti, akan ada tiga kelompok besar yang akan mendukung setidaknya tiga atau empat pasang Bakal Calon Gubernur.

Nurmal menyebutkan, untuk bakal calon Nurdin Halid koalisi parpol yang bisa mendukung Ketua Harian DPP Golkar ini, yakni Golkar dengan 18 kursi, PDIP 5 kursi, Hanura 6 kursi, dan PKS 6 kursi.

Sementara untuk Ichsan Yasin Limpo, berpeluang mengantongi koalisi dari PAN dengan 9 kursi, PPP 7 kursi, dan mungkin PDIP dengan 5 kursi akan bergabung ke koalisi ini jika tidak bergabung dengan koalisi NH. “Calon ketiga antara Agus Arifin Nu’mang dan Nurdin Abdullah, ada koalisi PKB, PKPI, Demokrat, dan beberapa partai lainnya,” ucapnya.

Nurmal mengatakan, dukungan PAN yang diberikan ke Ichsan beberapa waktu lalu adalah sinyal yang cukup baik. Tapi, kursi PAN belum mencukupi sehingga Ichsan masih memerlukan kursi dari partai lain untuk menggenapkan koalisinya.

Nurmal juga menambahkan, dengan sebanyak 85 kursi parlemen di DPRD Sulsel memungkinkan akan menciptakan setidak tiga pasang calon, dan diramaikan dengan satu pasang calon gubernur di jalur independen.

[NEXT-RASUL]

Tunggu Arahan DPP

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan sampai saat ini Partai Demokrat belum menentukan sikap di Pilgub. Menurut Selle, partainya saat ini masih wait and see soal kontestasi politik lima tahunan tersebut. “Belum pi ada pembahasan sama sekali soal Pilgub, kami masih menunggu,” kata Selle.

Oleh karena itu, kata dia, tidak ada bakal calon gubernur Sulsel yang akan dispesialkan oleh Partai Demokrat. Menurutnya, semua bakal calon sampai saat ini masih berpeluang untuk diusung oleh Partai Demokrat.

“Bagi kami di Partai Demokrat tidak ada bakal calon yang spesial, semua posisinya sama. Dan siapa yang akan melakukan komunikasi dengan Demokrat maka kami akan siap untuk membuka diri,” jelasnya.

Bahkan, Selle mengaku telah ada beberapa bakal calon gubernur yang telah melakukan komunikasi dengan Partai Demokrat. “Sudah banyak yang sudah berkomunikasi dengan kami, seperti Pak Nurdin Abdullah, Pak Nurdin Halid, Pak Agus, dan calon yang lainnya. Itu membuktikan bahwa kami terbuka terhadap siapapun figur,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat belum ada yang diputuskan soal Pilgub Sulsel. “Ini kan kontestasi Pilgub, dan dalam aturan partai kami itu yang berhak memberikan keputusan soal Pilgub adalah DPP,” ucapnya.

Lanjut Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sulsel itu mengatakan DPP memerintahkan kepada seluruh kader yang duduk di DPRD untuk memperhatikan aspirasi dari rakyat. Pasalnya, kata dia, salah satu indikator utama DPP dalam melakukan pengusungan bakal calon pada Pilgub adalah aspirasi dari rakyat. “Kami itu akan mengendepankan kader internal pada moment Pilkada jika itu ada peluang untuk menang. Tetapi, jika dari kalangan eksternal tentu kita akan lihat bagaimana respon dan aspirasi dari masyarakat,” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

Senada disampaikan Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel, Yusran Sofyan. Menurutnya semua kandidat memiliki peluang yang sama untuk diusung oleh Gerindra. Bahkan, kata Yusran, telah ada beberapa kandidat yang melakukan komunikasi dengan Gerindra.

“Saya kira kalau soal peluang diusung Gerindra itu semua masih cair saja. Yang pasti kami itu akan terbuka kepada semua calon untuk berkomunikasi, bahkan sampai saat ini sudah ada beberapa nama yang sudah mendekat dan melakukan komunikasi dengan Gerindra baik di DPD maupun di DPP,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Suslel itu mengaku keputusan pengusungan Partai Gerindra di Pilgub sepenuhnya dikendalikan oleh Ketua Umum, Prabowo Subianto. “Kami di Gerindra itu jika berkaitan dengan kontestasi Pilkada maka itu sepenuhnya kewenangan Pak Prabowo,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif mengaku belum bisa membeberkan siapa kandidat atau figur yang akan di ujung partai besutan Surya Paloh ini. “Saat ini juga belum ada sinyal figur yang akan di ujung NasDem di Pilgub Sulsel,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini partainya masih mengamati perkembangan dinamika politik menjelang Pilgub Sulsel. Termasuk mengamati perkembangan dan kinerja para relawan pemenangan sejumlah figur yang akan maju di Pilgub, termasuk relawan pemenangan Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse. “Kalau komunikasi figur eksternal sudah banyak yang ke NasDem, termasuk pak IYL, AAN, NA, juga Bro Rivai. Tapi kita belum tentukan,” katanya.

Senada, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan persiapan untuk melakukan  penjaringan figur yang bisa untuk diberikan rekomendasi. “Masih jauh nanti kita lihat. PDIP punya mekanisme mengusung bakal calon,” ujarnya. (E)


Tag
  • Pilgub 2018
  •  
    div>