SABTU , 20 OKTOBER 2018

Aroma Pilgub di Arena Pilkada

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 16 September 2015 15:14
Aroma Pilgub di Arena Pilkada

int

* Ichsan YL, Azis Qahar, Akbar Faisal dan Nurdin Menguat
* Pengamat: Ajang Pertarungan Mantan Bupati

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) baru akan digelar tahun 2017 mendatang. Meski demikian, sejumlah nama mulai santer disebut punya kans besar untuk maju pada pilkada serentak gelombang kedua nanti.

Bukan hanya itu, momentum pilkada serentak 2015 disebut-sebut bakal menjadi batu loncatan para figur untuk menarik simpati. Salah satunya dengan ikut terlibat langsung memenangkan salah satu kandidat di pilkada.

Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Sulsel, Suwady Idris Amir mengatakan saat ini ada lima figur yang sangat populer sebagai kontestan di Pilgub Sulsel 2017 mendatang. Kelima figur tersebut yakni Azis Qahar Mudzakkar (Senator DPD RI), Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng), Ichsan Yasin Limpo (Mantan Bupati Gowa) Akbar Faisal (Legislator NasDem DPR RI) dan Agus Arifin Numang (Wagub Sulsel).

Selain itu juga ada nama Ilham Arief Sirajuddin (Mantan Wali Kota Makassar). Hanya saja, IAS dinilai sulit tampil di kontestasi pilgub, mengingat masih terkendala kasus hukum. “Tapi jika nanti IAS bisa tampil di Pilgub, maka IAS bisa menjadi figur yang kuat di pilgub,” ujarnya, Selasa (15/9).

Suwady menambahkan, dari lima figur populer di pilgub 2017 mendatang, berdasarkan survey IPI hanya ada dua tokoh yang dinilai bakal bersaing ketat, yakni Azis Qahar Mudzakkar dan Nurdin Abdullah. Sehingga menurutnya jika ada pasangan calon yang didukung oleh kedua figur ini di pilkada serentak, maka tidak menutup kemungkinan pasangan tersebut akan diuntungkan oleh dukungan kedua figur tersebut.

[NEXT-RASUL]

“Jika konteksnya menuju Pilgub, maka dipilkada serentak ini yang paling mempengaruhi pemilih ketika mendukung calon bupati itu ada dua, yakni Azis Qahar dan Prof Nurdin Abdullah. Kedua nama ini ketika didengar oleh masyarakat mendukung salah satu calon, maka itu sangat membantu calon yang didukung oleh kedua tokoh tersebut.

Karena Prof Nurdin dinilai representasi tokoh yang dianggap sukses, memiliki SDM yang bagus dan masyarakat memimpikan kepimpinan daerah itu mirip-mirip dengan cara kerja Prof Nurdin di Bantaeng, Sementara Pak Azis representasi dari figur yang bersih dan islami, apalagi keduanya memiliki basis pemilih yang terbilang fanatik,” jelasnya.

Berdasarkan Survey IPI, Elektabilitas Azis Qahar Mudzakkar berada di kisaran 19 Persen, disusul Ichsan Yasin Limpo 9 Persen, Nurdin Abdullah 7 Persen, Agus Arifin Numang 6 Persen, Akbar Faisal 4 persen.

Sedangkan dari sisi popularitas Azis Qahar Mudzakkar memiliki survey tren popularitas sebesar 90 persen, Agus Arifin Numang 80 Persen, Ichsan Yasin Limpo 68-69 persen, Nurdin Abdullah 48 persen, dan Akbar Faisal di kisaran 50 persen.

“Namun dari sisi akseptabilitas Azis Qahar dan Prof Nurdin yang cukup dominan diterima oleh masyarakat, tetapi selain nama itu juga ada nama Luthfy A Mutty dan Prof Mansyur Ramli yang bisa saja menjadi kuda hitam di Pilgub mendatang,” tegasnya.

Meskipun berdasarkan survey IPI terhadap figur yang punya kans di Pilgub 2017, namun Suwadi mengatakan bahwa figur tersebut di pilkada serentak tahap pertama ini belum akan terlalu terbuka mendukung pasangan di pilkada dan menyatakan diri bakal maju di Pilgub 2017.

[NEXT-RASUL]

“Tentunya belum ada yang secara buka-bukaan menyatakan diri bakal maju di pilgub maupun mendukung penuh pasangan calon di pilkada serentak ini. Prediksi saya, nanti di pilkada serentak tahap kedua proses politik akan lebih dinamis, apalagi adanya wacana pilgub 2017 bakal disatukan dengan pilkada serentak tahap kedua di 13 kabupaten, karena kalau sekarang dikhawatirkan jangan sampai blunder,” pungkasnya.

Diketahui sejauh ini figur atau tokoh populer di Sulsel yang memiliki kans di pilgub, meskpiun tidak secara tegas menyatakan mendukung salah satu calon di pilkada, namun pergerakan-pergerakan politik para figur tersebut di pilkada serentak ini mulai terbaca.

Diantaranya Azis Qahar Mudzakkar yang disebut-sebut mendukung penuh pasangan Andi Kazwadi Razak – Supriansa di Pilkada Soppeng, Nurdin Abdullah yang mendukung pasangan Sukri Sappewali – Tomy Satria di Bulukumba, Ichsan YL yang mendukung pasangan Adnan Purichta IYL- Abdul Rauf di pilkada Gowa, serta Akbar Faisal yang mendukung pasangan Tenri Olle – Khairil Muin juga di pilkada Gowa.

Sementara itu, Manajer Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Irfan Jaya mengatakan ajang pilkada serentak di 11 Kabupaten/kota di Sulsel tahun ini menjadi momen penting bagi sejumlah figur yang berkeinginan untuk maju pada pilgub 2017 mendatang untuk menjajal simulasi elektabilitasnya.

Pilkada kata dia, memiliki korelasi strategis terhadap sukses tidaknya parpol yang mendominasi kemenangan pilkada untuk kembali menuai kemenangan di pilgub. Tokoh-tokoh sentral di parpol, seperti Azikin Solthan, La Tinro La Tunrung, Andi Ridwan Wittiri, M Roem maupun Ashabul Kahfi dinilai memiliki peluang yang sama dengan sejumlah tokoh populer Sulsel lainnya dalam membidik target pilgub.

[NEXT-RASUL]

Alasannya, figur tersebut selain diketahui merupakan fungsionaris elit di partai masing-masing, kekuatan karakter figur yang dimiliki menjadi peluang tersendiri. “Potensi banyaknya figur yang bisa saja bermunculan menjelang pilgub Sulsel mendatang, salah satu indikasinya karena tidak adanya lagi incumbent dan pembatasan politik dinasti,” ujar Irfan.

Irfan menambahkan, terkait dengan proses pemilihan kepala daerah, secara umum terdapat tiga kategori dukungan parpol. Pertama parpol memprioritaskan kader untuk maju pada di pilkada.

Kedua parpol memberi dukungan secara terbuka termasuk dari eksternal partai dengan catatan kandidat yang diusung potensial memenangkan pilkada. Dan ketiga partai memberi dukungan dengan alasan logistik/ materi.

“Terkait Pilgub Sulsel nanti bahwa siapa yang akan didukung tergantung aturan main masing-masing parpol,” terangnya. Terkait hal itu, pakar politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Firdaus Muhammad menilai pertarungan pilgub di 2017 mendatang bisa saja menjadi ajang pertarungan para mantan bupati sekaligus pimpinan partai di tingkat provinsi.

Hal itu bisa saja terjadi jika La Tinro misalnya yang merupakan bekas bupati Enrekang dua periode, Azikin solthan yang merupakan mantan bupati dua periode ditambah pernah menjadi plt bupati Buukumba, dan Luthfy A Mutty yang merupakan mantan bupati dua periode di Luwu Utara, sekaligus punya pengalaman sebagai staf ahli wapres di era SBY-Boediono, menyiapkan diri bertarung di pilgub.

[NEXT-RASUL]

“Jadi sangat dinamis pertarungan di pilgub mendatang, karena dengan tidak ikutnya lagi SYL, maka para mantan bupati yang saat ini juga memegang posisi strategis di partai punya peluang yang sama untuk bertarung,” jelasnya.

Hanya saja keterpilihan para figur tersebut, sangat tergantung dari seberapa besar investasi politik yang dibangun pada pelaksanaan pilkada serentak baik pada gelombang pertama maupun pilkada serentak gelombang kedua.

”Memang besar kecilnya figur untuk menang di pilgub, salah satu indikasi yang bisa menguatkan adalah seberapa besar prestasinya dalam mendominasi kemenanga dalam pilkada, karena daerah yang dimenangkan berpotensi menjadi basis suara figur dalam pilgub,” tegas Firdaus.

Tidak bisa dipungkiri, para figur yang dijagokan maju di Pilgub Sulsel mulai mendapat dorongan dari masyarakat. Misalnya saja Akbar Faisal. Dalam salah satu akun ‘Sahabat Akabr Faisal’ di media sosial Facebook, hanya kurung waktu sebulan pengikutnya sudah menyentuh angka 42 ribu.

Tim Media Akbar Faizal, Rusman Ali saat dikonfirmasi melalui via seluler, mengatakan jika isu pencalonan Akbar Faizal sebagai calon Gubernur Sulsel adalah bentuk dukungan dan dorongan dari sejumlah masyarakat.

[NEXT-RASUL]

Menurut dia, prosesnya pilgub masih panjang, tahap pilkada serentak juga saat ini masih berjalan. “Pak Akbar saat ini masih fokus menjalankan tugas-tugasnya sebagai anggota DPR RI,” jelas Rusman.

Dirinya sendiri mengapresiasi dorongan maupun dukungan masyarakat agar Akbar Faizal maju pada Pilgub mendatang, Rusman mengatakan pihaknya saat ini sementara fokus penggalangan aspirasi masyarakat yang ada di Sulsel terkait dan tugas utama sebagai Anggota DPR RI.

“Untuk sekarang kita masih fokus dengan berbagai Aspirasi Masyarakat yang ada di Sulawesi Selatan terkhusus pada Komisi III yang dibidangi beliau (Akbar),” ujarnya.

Diketahui, dalam pilgub Sulsel 2017 mendatang, jumlah kursi parpol mesti 17 kursi untuk mengusung calon. Sehingga dengan demikian, jika pilgub digelar maka Golkar yang memiliki peluang untk mengusung calon tunggal, menyusul perolehan kursi partai tersebut di pileg lalu mencapai 18 kursi. Demokrat dan Gerindra yang sama-sama memperoleh 11 kursi mesti melakukan koalisi untuk bisa mengusung.

Sedangkan untuk partai berbasis Islam jika dilakukan koalisi secara penuh maka jumlah kursi koalisi parpol Islam menjadi 26 kursi. Dimana perolehan kursi di DPRD Sulsel, PKB (3) PKS (6) PAN (9) PPP (7) PBB (1). (E)


Tag
  • HL1
  •  
    div>