SABTU , 24 FEBRUARI 2018

Aru Tidak Siap Dengan Satu Persyaratan Dari Gerindra

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 01 Juni 2017 19:18
Aru Tidak Siap Dengan Satu Persyaratan Dari Gerindra

Farouk M Betta. (Doc.RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Makassar telah menutup tahapan pendaftaran dan pengembalian berkas formulir pendafataran. Hasilnya, dari 15 bakal calon Wali Kota Makassar yang mengambil formulir, hanya sembilan nama yang dinyatakan lolos dalam tahapan administrasi kelengkapan berkas.

“Dari 15 orang yang daftar (mengembalikan formulir), sampai rapat terakhir sekitar pukul 16.00 WITA yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi hanya sembilan orang,” ungkap Ketua Desk Pilkada Gerindra Makassar, Ansar Manrulu, Rabu (31/5).

Ansar menyebutkan, adapun nama-nama bakal calon Wali Kota Makassar yang telah lolos verifikasi berkas yakni, Andi Mustaman, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Syamsu Rizal, Haris YL, Nunung Dasniar, dan Sri Rahmi. Selanjutnya ada Adi Rasyid Ali, Rachmatika Dewi, serta Irman Yasin Limpo.

Lebih lanjut, Ansar menjelaskan keseluruhan nama itu akan di survei pada bulan Juni dan dilakukan uji kepatutan dan kelayakan. “InsyaAllah survei kita akan lakukan di bulan Juni,” terangnya.

Sementara itu, Ansar menyebutkan, bakal calon yang tidak lolos dalam tahap verifikasi berkas karena adanya persyaratan yang tidak dipenuhi. Sehingga, ia menegaskan Tim Desk Pilkada Gerindra terpaksa harus mencoret nama-nama itu dan tidak ikut pada tahapan selanjutnya.

“Enam orang lainnya tidak lolos berkas karena tidak komitmen tidak melaksanakan surat pernyataan dan form yang mereka sudah isi dan tanda tangani, “tutur Ansar.

Adapun calon yang dinyatakan tidak lolos berkas yaitu Nasran Mone, Isradi Zainal, Faraouk M Betta, Andry Arief Bulu, Iqbal Djalil, dan Mudzakir Ali Djamil.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi hal itu, bakal calon Wali Kota Makassar, Farouk M Betta mengatakan, perihal dirinya tidak lolos verifikasi di Partai Gerindra Makassar karena sebuah persyaratan yang tidak bisa ia ikuti.

Namun, kata Aru–sapaan Farouk M Betta ini walau tidak melengkapi syarat berkas tetap berbesar hati mengembalikan formulir pendaftaran dirinya ke Gerindra.

“Memang agak sedikit tidak dilengkapi, pengembalian itu kita harapkan sebagai penghargaan sebelumnya. Penghargaan saya ke Gerindra karena telah menerima saya dengan baik saat mendaftar disana,” kata Aru.

Persyaratan yang membuat Aru tidak melengkapi berkas pendaftarannya adalah persoalan tujuan politik Partai yang berbeda. Dimana, Gerindra menuntut seluruh bakal calon (Balon) yang akan di usung untuk siap memenangkan Prabowo Subianto Pada Pilpres 2019 mendatang.

Sementara, Aru yang merupakan Ketua DPD II Golkar Makassar tidak ingin bermain-main dengan kepercayaan, sehingga ia tidak melengkapi berkas dari Gerindra.

“Setelah membaca form nya, itukan ada mendukung Prabowo sebagai calon presiden. Dan itu adalah hal yang substansial bagi saya dan saya tidak bisa mengikuti itu,” jelas Ketua DPRD Makassar ini.

Dimana, kita ketahui bersama, Golkar telah berkomitmen untuk memenangkan Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang. Sehingga, Aru tidak ingin di cap sebagai kader Golkar yang tidak patuh pada perintah partai hanya demi mendapatkan suara dukungan di Pilwalkot Makassar saja.

“Karena saya adalah kader Golkar dan Golkar sudah mendukung Jokowi sebagai calon presiden. Artinya kalau saya bertanda tangan sama aja saya bermain-main. Lebih bagus secara konsisten saja, saya kembalikan karena saya sudah mendaftar tapi saya tidak melengkapi itu,” jelas Aru.


div>