JUMAT , 14 DESEMBER 2018

ARW Bantu Pengadaan Sumur Bor di Bantaeng

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 02 Mei 2018 20:52
ARW Bantu Pengadaan Sumur Bor di Bantaeng

Anggota DPR RI, Andi Ridwan Wittiri (ARW) berkunjung di Kabupaten Bantaeng, Selasa (1/5) kemarin. (ist)

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Anggota DPR RI, Andi Ridwan Wittiri (ARW) berkunjung di Kabupaten Bantaeng, Selasa (1/5) kemarin. Dia memberikan bantuan sumur bor untuk warga Nipa-Nipa, Kecamatan Pa’jukukang.

Sejumlah pimpinan PDIP juga hadir dalam kunjungan itu. Mereka di antaranya adalah Wakil Ketua PDIP Sulsel Ansyari Mangkona dan Sekretaris PDIP Sulsel Alimunddin serta ketua PDIP Bantaeng Kalimuddin.

Dalam kesempatan itu, ARW mengaku senang bisa memberikan bantuan untuk Kabupaten Bantaeng. Dia berharap, konstituennya tidak lagi harus mengalami kesulitan air bersih di daerah itu.

Dia juga mengaku akan memberikan bantuan tambahan berupa 20 unit pompa air untuk desa itu. Bantuan itu akan digunakan untuk kebutuhan air irigasi persawahan di daerah itu.

“Saya memang menginginkan daerah selatan Sulsel ini bisa lebih produktif lagi di sektor pertanian dan perkebunan. Kebutuhan air untuk persawahan memang harus diatasi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Ridwan Wittiri juga mengundang khusus Calon Bupati Bantaeng, Dr Ilham Azikin. Bagi dia, Ilham Azikin diundang sebagai keluarga besarnya di Bantaeng.

“Ilham Azikin ini kemenakan saya. Kalau om mengundang, kemenakan harus datang. Saya juga akan doakan Ilham terpilih di Bantaeng. Kalau saya yang mendoakan, maka pasti akan banyak yang ikut mendoakan,” kata ARW.

Terkait dengan Pilkada Bantaeng, Andi Ridwan Wittiri juga mengimbau kepada warga Bantang untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik. Dia mengajak masyarakat untuk memilih calon bupati yang merakyat.

“Pilih yang merakyat, yang programnya bagus untuk Bantaeng,” jelas dia.

Ketua PDIP Bantaeng, Kamaluddin mengatakan, Desa Nipa-Nipa adalah salah satu desa yang kerap kesulitan air bersih pada musim kemarau. Dia mengaku, sebagian besar sawah di desa itu hanya mengandalkan tadah hujan.

“Berkat bantuan pompa air ini, kita berharap sawah di desa ini tidak lagi harus kekeringan,” jelasnya. (*)


div>