SENIN , 22 OKTOBER 2018

Aset Pemkot Kembali Lenyap, Pansus Usut Keterlibatan Oknum Ini

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 20 April 2016 18:00

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Panitia Khusus (Pansus) Pencarian Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial(Fasos) DPRD Makassar, diminta segera action mengusut aset pemkot yang kembali lenyap seluas 11 hektar. Masing-masing 4 hektar di Kelurahan Baddoka yang digunakan sebagai gudang penyimpanan aspal Pekerjaan Umum (PU) dan 7 hektar di Kelurahan Caddika tempat perkemahan.

Dinilai dalam lenyapnya beberapa aset pemkot, tidak terlepas dari keterlibatan sejumlah aparat di pemerintahan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Divisi Pengembangan Organisasi Kopel Indonesia, Sulsel, Akil Rahman menilai data aset pemkot yang hamburadul, dimanfaatkan sejumlah oknum pejabat pemerintahan menjual aset-aset.

“Ini kelalaian pemerintah yang tidak menginventarisir aset dengan baik, sehingga aset-aset yang tidak memiliki alas hak dimanfaatkan pejabat untuk dijual,” terang Akil.

Dia menambahkan bahwa pejabat dianggap punya peran penting terhadap hilangnya beberapa aset Makassar, sebab dinilai Akil, yang paling mengetahui status aset milik pemerintah tidak lain adalah pejabat itu sendiri yang tahu soal data-data aset.

Olehnya itu, Pansus Pencari Fasum Fasos diminta segera ection dan mengusut keterlibatan sejumlah aparat pemerintah Kota Makassar.

“Pansus ini adalah momen untuk bisa mengembalikan seluruh aset yang dikuasai oleh orang per orang dan pengusaha,” kata Akil.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Pansus Pencarian Fasum dan Fasos, Abdul Wahab Tahir mengatakan, pekan ini pansus lebih dulu ingin meninjau objek aset yang dilaporkan masyarakat berpindah tangan, sambiri menunggu seluruh Pimpinan Daerah Kota Makassar menyiapkan waktunya bertemu dengan pansus.

“Pekan ini kita akan tinjau lokasi tersebut. Karena sejauh ini para pimpinan daerah masih sibuk sehingga pertemuan bersama pansus belum bisa dilakukan,” kata Wahab, Rabu (20/4). Pertemuan tersebut diharapkan para pimpinan daerah memberikan respon yang baik terhadap dibentuknya pansus.

Lanjut Wahab, ia tidak menampik kalau ada dugaan keterlibatan aparat pemerintahan dalam hilangnya sejumlah aset pemkot. “Ini baru kecurigaan kalau memang ada aparat, bahkan saat ini orang tersebut duduk di jabatan struktural, ada pula yang sudah pensiun,” kata Wahab.

Wahab berjanji bakal menyeret siapa pun yang terlibat dalam hilangnya aset pemkot. “Intinya, siapa pun mereka, kita akan seret. Kalau hilangnya aset tersebut bermuara politik, kita akan serahkan ke walikota Makassar. Sementara kalau muaranya ke ranah hukum, kita akan serahkan ke pihak kepolisian,” katanya.


div>