JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Aset Perbankan Tumbuh 6,40 Persen

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 10 Agustus 2017 14:36
Aset Perbankan Tumbuh 6,40 Persen

ASEP/RAKYATSULSEL/D

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Sulawesi Selatan mencatat peningkatan kinerja perbankan di Sulsel, Juni 2017. Hal itu terlihat dari kinerja penyerapan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang tumbuh 3,8 persen secara tahunan.

“Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun tercatat Rp85,2 triliun atau tumbuh 3,8 persen (yoy), terutuma didorong oleh akselerasi pertumbuhan deposito yang tercatat tumbuh sebesar 5,3 persen (yoy), diikuti pertumbuhan tabungan 3,2 persen (yoy) dan Giro 2,7 persen (yoy),” ujar Kepala Kpw Bank Indonedia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso, Rabu (19/8).

Pada bulan Juni 2017, lanjut Bambang, total aset perbankan di Sulsel mencapai Rp130,6 triliun. Tumbuh stabil 6,40 persen secara tahunan (yoy) atau 3,66 dalam tahun berjalan (ytd).

Menurutnya, posisi kredit yang disalurkan perbankan di Sulsel Juni 2017 tercatat Rp108,2 triliun, tumbuh 6,4 persen (yoy). Pertumbuhan kredit tertinggi tercatat oleh kredit konsumsi sebesar 11,1 persen (yoy), diikuti modal kerja yang tumbuh 7,1 persen (yoy).

Sementara itu, lanjut Bambang kredit investasi mengalami penurunan -4,1 persen (yoy), terutama karena penurunan kredit investasi pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta lapangan usaha industri pengolahan.

“Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan kredit tertinggi tercatat pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 42,8 persen (yoy), diikuti lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertanahan, dan jaminan sosial wajib 29,6 persen (yoy), dan lapangan usaha real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan 28,3 persen (yoy),” sebutnya.

[NEXT-RASUL]

Katanya, lapangan usaha yang memiliki porsi kredit terbesar adalah penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 42,4 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran 27,9 persen, dan lapangan usaha industri pengolahan 7,0 persen.

“Penyaluran kredit masih terpusat di kota Makassar dengan porsi mencapai 64,9 persen, diikuti Kota Parepare 4,9 persen dan Kota Palopo 3,4 persen,” paparnya.

Bambang menilai penyaluran kredit perbankan di Sulsel yang tinggi masih didukung oleh pengolahan resiko yang baik. “Dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang masih tinggi tercatat 126,9 persen, meskipun sedikit lebih rendah dari Mei 2017 yakni 127,7 persen namun masih lebih tinggi dari Juni 2016 yakni 123,8 persen,” urainya.

Kondisi ini mengindikasikan Sulsel masih menjadi salah satu tujuan utama penyaluran kredit oleh perbankan. (D)


Tag
div>