JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Asita Himbau Masyarakat Jeli memilih Travel

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 11 Februari 2016 15:40

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Asosiation Indonesian Tours and Travel (Asita) Sulsel, Didi Leonardo Manaba menghimbau kepada masyarakat Sulsel untuk tidak terlalu percaya dengan Travel yang memberikan penawaran harga murah.

“Saya sampaikan kepada masyarakat untuk lebih jeli melihat travel jangan, tergiur dengan adanya harga-harga murah,” katanya belum lama ini, di Hotel Amaris Pettarani.

Menurutnya, untuk memilih travel resmi yang baik, yang harus diperhatikan adalah legalitas dari travel itu, apakah berizin atau telah menjadi rekomendasi Departemen Agama terkait dengan penelentaran jamaah dan juga Dinas Pariwisata.

“Setelah itu bisa ditanyakan kepada Asita, bahwa ini loh, saya mau direkomendasi travel yang memang dijamin tidak menelentarkan jamaah,” lanjutnya.

Didi juga menerangkan, pihaknya tidak ingin dianggap bahwa untuk travel harus bergabung dengan Asita. Paling tidak, Travel yang ada dapat memperhatikan legalitas, izin, dan memiliki kantor.

“Masyarakat harus kritis, tanya sama travelnya. Kalau ditawarin harga segini, kira-kira pelayanan apa yang di dapatkan. Costumer wajib menanyakan hal itu,” tuturnya lagi.

Dan yang terpenting, kata Didi, jangan lupa tanyakan saat membeli produk, pastikan ada tiket pulangnya dan menginapnya di tempat yang jelas. Sebab sudah terlalu banyak kejadian, travel abal-aba tanpa label resmi malah menelantarkan jemaahnya.

“Saya juga bukannya melarang setiap travel memberikan harga murah sebagai tawaran promo, tetapi yang jelasnya rasionable,” paparnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah mendesak Dinas Pariwisata baik kota maupun provinsi, serta kabupaten untuk menertibkan travel yang ada agar bertindak dengan mengambil acuan dari Asita terkait dengan travel yang terdaftar oleh Asita.

“Dan juga dinas pariwisata akan mengidentifikasi travel yang memasang iklan akan ditanya apa ada izinnya atau tidak. Termasuk online,” klaimnya.

Didi pun menerangkan, untuk menjadi anggota Asita bukan hal yang gampang karena mendirikan travel memang tidak mudah. “Jadi memang harus travel yang real. Kami punya anggota 200 lebih terdaftar travel yang resmi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwosata Sulsel, Devo Khadaffi juga mengatakan
semestinya travel abal-abal atau ilegal ini harus segera di tertibkan karena sudah menimbulkan keresahan. “Tidak menutup kemungkinan akan merusak industri jasa travel secara keseluruhan sebab membuat orang akan tidak percaya dengan travel yang ada di Makassar,” imbuhnya.


Tag
  • asita
  •  
    div>