MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

ASN Bantaeng Paling Rawan Dilibatkan di Pilkada

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Kamis , 24 Mei 2018 21:45
ASN Bantaeng Paling Rawan Dilibatkan di Pilkada

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara usai mengikuti upacara (Dok.JawaPos.com)

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Aparat Sipil Negara (ASN) di Bantaeng paling berpotensi dilibatkan dalam politik praktis di Pilkada Bantaeng. Penyelenggara diminta untuk mewaspadai praktik pelibatan ASN tersebut.

Potensi itu muncul dari pasangan nomor urut dua, Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba. Sekedar diketahui, Andi Mappatoba adalah sepupu dari Nurdin Abdullah (NA) yang juga Bupati Bantaeng dua periode. Dia juga adalah mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Bantaeng.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bantaeng, M Yasin mengatakan, penetapan tersangka pejabat Bantaeng dalam tindak pidana pemilu menandakan ada oknum ASN Bantaeng yang tidak netral di Pilkada serentak.

Potensi itu, kata dia, bisa saja tertular ke Pilkada Bantaeng. Oleh karenanya, kasus yang menimpa pejabat Bantaeng diharapkan tidak terjadi di Pilkada Bantaeng. Bagi dia, netralitas ASN harusnya tetap dikedepankan.

“Ini harusnya menjadi pelajaran. Kasus ini harusnya tidak terulang lagi,” jelas dia.

Dia menekankan kepada semua ASN di Bantaeng untuk tetap netral di Pilgub maupun di Pilbup Bantaeng. Menurutnya, hal itu harus dilakukan untuk menjaga keharmonisan dan keamanan Bantaeng yang tetap kondusif.b “Ini demi keamanan Bantaeng agar tetap kondusif,” katanya.

Sebelumnya, tiga pejabat Pemkab Bantaeng ditetapkan melanggar tindak pidana Pemilu, Rabu, 23 Mei. Ketiganya terbukti melanggar regulasi dan terlibat dalam kampanye yang digelar di Kabupaten Gowa, beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun di internal Panwas Gowa menyebutkan ketiga pejabat itu adalah Camat Tompubulu, Andi Muhlis Hindra (AMH), Camat Bissappu, Muh Amin Basit (MAB) dan seorang lurah berinisial, Sitti Faridah (SF). Ketiganya terbukti melakukan pelanggaran administrasi. Hanya saja, khusus untuk MAB, sentra Gakkumdu Kabupaten Gowa telah menetapkan dirinya sebagai tersangka dan diproses dalam tindak pidana pemilu oleh kepolisian.

Ketiga pejabat ini juga diduga ikut menghadiri kampanye pasangan Cagub nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) yang digelar di Kabupaten Gowa, beberapa waktu lalu. Panwas Gowa sendiri masih menelusuri peran pejabat lainnya dalam kasus itu.

Ketua Panwas Gowa, Suharli yang dikonfirmasi terpisah membenarkan hal itu. “Ketiganya terbukti dan sedang kita proses. Mereka terbukti melanggar. MAB sendiri sudah memenuhi unsur pidana pemilu. Kasusnya sudah tahap penyidikan dan ditangani Polres Gowa,” jelas dia.

Dia menambahkan, selain sanksi pidana, sentra Gakkumdu Panwas Gowa juga memastikan ketiga nama pejabat Bantaeng itu akan diproses di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Panwas Gowa merekomendasikan untuk pemberian sanksi terhadap ketiga pejabat tersebut. (*)


div>