KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

ASN Tidak Netral Pilkada Takalar, DPR RI: Kami Babat Habis

Reporter:

Editor:

dedi

Senin , 19 Desember 2016 21:17
ASN Tidak Netral Pilkada Takalar, DPR RI: Kami Babat Habis

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Arteria Dahlan meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, bagi Apartur Sipil Negara (ASN) tidak menujukkan netralitasnya dan ikut dalam tim pemenangan salah satu pasangan calon di Pilkada Kabupaten Takalar, harus dicopot.

“Kalau bisa dicopot saja sebagai PNS. Kita tidak mau dihadirkan penjilat-penjilat yang ada di birokrasi ini untuk menjadi tim pemenangan, tapi birokrasi adalah pelayan publik untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya. Kalau pejabat publik hobinya main politik jangan duduk di birokrasi,” ungkapnya setelah melaksanakan kunjungan kerja di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (19/12).

Dahlan menyebutkan, sebanyak 23 PNS ini diduga ikut masuk salah satu tim sukses pasangan calon di Takalar sudah di laporkan ke Komisi Aparatur Silpil Negara (KASN) untuk tindaklanjuti hingga di publikasikan nama-namanya agar masyarakat dapat mengetahuinya dan memaksimalkan demokrasi secara sehat.
[NEXT-RASUL]
“Sebanyak 23 orang yang tidak netral tersebut mengindahkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang telah di sahkan. Apabila di ketemukan, kepala dinas, camat, lurah, pemegang pejabat publik lainnya yang beramain politik, kami babat habis atau di minta untuk diberhentikan,”

“Kami sudah perintahkan melalui komisi untuk menyebarluaskan hasil rekomendasi penindakan, pelanggaran terkait dengan kejatahan di Takalar. Yang senang uangnya kita ambil, yang senang jabatan, jabatannya kita copot. Yang begini semua menghambat makanya kita berhentikan saja,” tambahnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi, membenarkan 23 PNS yang tidak netral ditemukan oleh Panwas Takalar.

“23 nama PNS tersebut sudah diteruskan KASN. Dan sudah suratnya, penurunan eselon yakni camat. Yang lainnya, 22 orang masih tunggu suratnya dari KASN,” ungkapnya


div>