RABU , 23 MEI 2018

Aspanji Jadi Lokomotif Ekonomi Sulsel

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 10 September 2012 09:11

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR-Musyawarah Provinsi III Dewan Pengurus Dearah (DPD) Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) Sulsel, resmi dibuka Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, di Grand Clarion Hotel Makassar, Minggu, (9/9).

Musprov III yang mengusung tema ‘Kita Jadikan Aspanji sebagai Lokomotif Pembangunan Ekonomi Sulsel yang Sejahtera’ ini dihadiri oleh Sekretaris DPP Aspanji Batarius, Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain Arief, dan 2.200 anggota Aspanji se-Sulsel.

Agus Arifin Nu’mang, mengatakan, tumbuhnya ekonomi Sulsel menjadi lebih baik, dimotori oleh peran sinergis antara pemerintah dan pelaku usaha, khususnya usaha pengadaan barang dan jasa, yang menjadi basis gerakan Aspanji.

Lanjut Agus, selama ini, pemerintah telah memberikan ruang dan membuat aturan yang memudahkan pelaku usaha baik itu pengusaha lokal, maupun pengusaha luar untuk mengembangkan bisnisnya. Inilah faktor yang membuat ekonomi Sulsel terus tumbuh.

“Ekonomi Sulsel bisa tumbuh di atas rata-rata nasional karena peran harmonis dari pelaku usaha dan pemerintah yang memberikan peluang dan kemudahan, sehingga ekonomi sulsel tumbuh di atas rata-rata dibanding daerah lain,” kata Agus.

Ia menegaskan, pemerintah bahkan telah memperketat, jika ada pengusaha dari luar harus menggandeng pengusaha lokal, sehingga pertumbuhan ekonomi di Sulsel tetap berimbang. Selain itu, pengusaha luar tersebut harus membuka kantor cabang di daerah, sehingga ada pemasukan dari sektor pajak.

“Otomatis pajak meningkat, pertumbuhan ekonomi lebih baik, dan banyak pengusaha akan datang ke sulsel untuk investasi,” jelasnya.

“Ekonomi yang baiklah yang dapat menjaga sebuah daerah, dan Aspanji memberikan sumbangsihnya dalam mengembangkan ekonomi daerah,” tambah Agus.

Sementara, Kadin  Sulsel, Zulkarnain Arief, mengatakan, aturan harus lebih berpihak kepada pengusaha lokal, sehingga ekonomi daerah bisa tumbuh dengan baik.

“Peran ini harus dilakukan oleh pemerintah sebagai pemegang otoritas di daerah. Pemerintah harus memperketat aturan untuk pengusaha luar, agar tidak mendominasi dan menindas pengusaha kecil didaerah, hal ini untuk menciptakan iklim usaha yang kondisif di Sulsel,” jelasnya.

Ia melanjutkan, fungsi organisasi juga sangat penting, termasuk Aspanji sebagai organisasi yang mengayomi para pelaku usaha barang dan jasa, peran aktif dari organisasilah yang dapat memberdayakan pengusaha lokal.

“Apalagi pertumbuhan ekonomi sulsel sangat baik, dimana perputaran uang saat ini mencapai Rp 142 triliun di sulsel, saya harap perputaran ini bisa dirasakan langsung oleh pengusaha lokal dan masyarakat luas,” ungkapnya.

Sekretaris DPP Aspanji, Batarius, mengatakan, dengan anggota sebanyak 21.000 anggota di Indonesia, Aspanji telah membuktikan eksistensinya, dengan baik, dalam memberikan sumbangsih pertumbuhan ekonomi khususnya di Sulsel.

“Aspanji Sulsel merupakan salah satu tiang penyangga eksisnya Aspanji di kancah nasional. Aspanji Sulsel telah membuktikan perannya sebagai organisasi pengadaan barang dan jasa yang sukses. Saya harap melalui Musprov III ini, menghasilkan program-program yang lebih baik,” ujar Batarius.

Ia menyarankan, guna lebih memperkokoh perannya, Aspanji harus aktif membangun  komunikasi dengan anggota, stakeholder, dan masyarakat. Selain itu, Aspanji harus lebih mengembangkan dan berdayakan anggota dengan melakukan pelatihan, sehingga bisa menghasilkan pengusaha barang dan jasa yang memiliki daya saing tinggi di tingkat lokal maupun internasional.

“Aspanji juga harus menjadi mitra terbaik pemerintah, Kadin, perbankan, dan organisasi terkait lainnya, sehingga Aspanji bisa lebih baik lagi ke depannya. Dan bisa menjadi lokomotif pembangunan ekonomi Sulsel,” ungkapnya.

Ketua Aspanji Sulsel, Bahar Ngitung, mengatakan, Musprov III kali ini, diharapkan bisa melahirkan pengurus, baru yang lebih produktif dan kompetitif, sehingga bisa menggagas program-program Aspanji yang lebih baik ke depan, untuk membangun pertumbuhan ekonomi Sulsel.

“Musprov ini merupakan bagian dari pelaksanaan anggaran dasar dimana setiap lima tahun sekali harus melakukan penyegaran pengurus baru dan program yang lebih baik, kegiatan ini juga merupakan konsoludasi setiap anggota Aspanji. Kita ingin akselerasi yg dilakukan oleh pemerintah harus diikuti oleh anggota Aspanji,” ujarnya.

Ia menambahkan, Aspanji harus berada di garis depan untuk memajukan ekonomi sulsel. Apalagi anggota Aspanji sudah ada di 24 kabupaten di Sulsel, dengan jumlah anggota sebanyak 2.200 anggota dapat memberikan warna tersendiri dalam memajukan ekonomi daerah, saya harap melalui organisasi ini, bisa melahirkan pengusaha profesional dan tangguh di bidang pengadaan barang dan jasa. (RS10/dul/D)


Tag
div>