JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Aspirasi diabaikan, Aisyiyah kritik DPRD Pangkep

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 14 Maret 2016 17:12
Aspirasi diabaikan, Aisyiyah kritik DPRD Pangkep

int

CITIZEN REPORTER – Koordinator Program MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan) ‘Aisyiyah Pangkep Nhany Rahman yang ditemui mengkritik kinerja DPRD Pangkep dalam hal penerimaan aspirasi. Menurutnya DPRD secara kelembagaan belum mampu membangun komunikasi serta koordinasi yang baik dengan masyarakat termasuk ormas Islam Perempuan seperti Aisyiyah.

“Yah, sejujurnya kami sangat kecewa dengan kinerja DPRD khususnya dalam hal penerimaan aspirasi yang mendesak, kami Aisyiyah berencana Hearing ke DPRD dan meminta untuk di fasilitasi di pertemukan dengan sejumlah SKPD membahas 9 Rekomendasi terkait Peningkatan Layanan Kesehatan dan Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan sebagai hasil temuan kami dibeberapa Desa/Kelurahan. Kami ingin berkoordinasi untuk segera mencari solusi terbaik terkait issu Layanan Kesehatan ini sejak tahun 2014. Namun sejak senin lalu kami menyurat belum ada respon positif yang mengangendakan waktu penerimaan kami dengan alasan anggota DPRD memiliki jadwal reses selama sepekan sejak senin hari ini,” ujar Nhany.

“Jika alasan sibuk terus menjadi kendala bagi Ketua dan anggota DPRD belum menerima kami, maka itu alasan klise saja, apalagi jika alasan ingin menyerap aspirasi di tengah masyarakat dengan reses ini, padahal tujuan kami ingin hearing adalah untuk menyampaikan aspirasi terkait masalah kesehatan, sosial dan ekonomi perempuan sebagai bagian dari masyarakat, sehingga memang kekecewaan kami ke DPRD yang tidak profesional sudah memuncak, kami sudah menyurat secara mekanisme dan kordinasi sejak akhir tahun yang lalu minta di fasilitasi namun diabaikan, manajemen kepemimpinan DPRD sangat buruk,” sambung Nhany.

“Kami sudah yang ke 3 kalinya meminta untuk di fasilitasi untuk di pertemukan dengan sejumlah SKPD akhir tahun 2015 yang lalu membahas issu peningkatan layanan kesehatan reproduksi dan pemberdayaan perempuan, kami sudah pro aktif mengingatkan namun terkesan diabaikan dengan alasan sibuk terus,” tutup Nhany.

Dihubungi secara terpisah, Sekwan DPRD Pangkep Alghazali menyampaikan bahwa kendala belum di fasilitasinya pelaksanaan Hearing antara Aisyiyah, DPRD dan Sejumlah SKPD karna terbentur jadwal reses anggota DPRD sehingga meminta pihak Aisyiyah menghubungi langsung Ketua DPRD untuk mengkonfirmasi.

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pangkep adalah salah satu ormas perempuan Islam di Kabupaten Pangkep yang concern melakukan pendampingan kelompok perempuan di beberapa Desa/Kelurahan dengan issu Kesehatan, Sosial dan Ekonomi melalui Program MAMPU sejak tahun lalu. Salah 1 point dari rekomendasi yang akan diajukan ke DPRD dan SKPD adalah mendorong penambahan dokter obgyn di RSUD, mengingat keluhan terhadap pelayanan Obgyn dari kaum ibu sangat tinggi.

Penulis: Aurora F Dahniar (Staf PDA Pangkep)


div>