SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Astaga, Danny Gali 23 Kuburan Kosong untuk Pelantikan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 23 April 2016 10:48
Astaga, Danny Gali 23 Kuburan Kosong untuk Pelantikan

MDFAJAR/RAKYATSULSEL LOKASI PELANTIKAN. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto meninjau lokasi pelantikan pejabat Pemkot Makassar yang sudah digali, di Taman Pemakaman Umum Sudiang, Jumat (22/4).

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, berencana melantik pejabat eselon II, III dan IV di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang. Dalam prosesi pelantikan nanti, Danny sudah menyiapkan 23 lubang kuburan sebagai saksi sumpah janji pejabat yang akan dilantik.

“Untuk saat ini baru 10 lubang kuburan yang sudah digali. Target kita 23 lubang kuburan disiapkan untuk prosesi pelantikan sumpah janji pejabat eselon nanti,” ujarnya saat ditemui usai melakukan kunjungan di TPU Sudiang, Jumat (22/4).

Menurut wali kota berlatar belakan arsitek ini, sebanyak 23 lubang kuburan disiapkan sebagai saksi sumpah janji agar mengingatkan pejabat yang akan dilantik untuk memikirkan akherat (mati).

“Kenapa saya siapkan 23 lubang kuburan kosong sebagai saksi.? Hal ini agar pejabat baru dilantik mengingat mati, jangan sampai habis dilantik lupa sumpah janji untuk bekerja,” tuturnya.

Lebih lanjut Danny menjelaskan, lubang kuburan yang disiapkan akan dihadapkan sebagai kiblat oleh eselon yang dilantik. “Jadi 23 lubang kuburan ini sebagai kiblat pada saat pelantikan, setiap pejabat yang dilantik menghadap lubang kuburan yang disiapkan,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Meski demikian, Danny enggan menjelaskan, nama dan instansi pejabat mana yang masuk lampu merah mutasi dan rotasi. “Untuk saat ini masih rahasia, berapa pejabat yang dilantik akan diinformasikan saat pelantikan,” ucapnya.

Danny menambahkan, dirinya sudah mempunyai konsep untuk pelantikan pejabat di TPU Sudiang pekan depan nanti. “Walaupun saya disoroti, terlepas dari pro dan kontra tentang pelantikan nanti. Selalu ada filosofi dan makna setiap pelantikan yang saya buat, seperti yang saya jelaskan,” tutupnya.

Meski niat Danny adalah baik melantik para bawahanya di TPU dan merupakan hal baru, namun hal demikian bisa ditafsirkan hanya mengejar tangan berita nasional. Hal ini tentu mengundang perhatian kalangan tokoh agama di Sulsel yang mempertanyakan niat orang nomor satu di kota Makassar menyiapkan lubang kuburan sementara belum ada yang meninggal.

Menanggapi perihal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Anre Gurutta KH Sanusi Baco LC menuturkan sangat menyayangkan langkah yang dilakukan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto yang melakukan pelantikan dengan cara menyiapkan lubang kuburan.

“Niat Wali kota untuk lakukan pelantikan secara sederhana sangat bagus, hanya saja kami MUI sangat menyayangkan dengan adanya penyiapan lubang kuburan untuk pelantikan sementara belum ada yang meninggal. Jelas hal tersebut tidak dianjurkan dalam agama, karena sama halnya mendoakan orang yang dilantik cepat meninggal,” kata Sanusi Baco saat dikonfirmasi via telepon.

Menurut tokoh NU karismatik Sulsel ini, seorang pejabat daerah seharusnya dilantik secara terhormat dan dilakukan di lokasi yang bagus. Bukan para pejabat dilantik dengan cara merendahkan wibawanya.

“Yang dilantik orang-orang terhormat, kalau bisa ditempat yang layak. Kalaupun di area TPU, jangan diadakan penyiapan lubang kubur karena sangat tidak elok di dengar berbagai kalangan, apalagi seorang kepala daerah siapkan kubur kosong,” tuturnya.

Niat Danny Pomanto melantik bawahanya ini bukan hanya kali pertama di ruang terbuka. Sebelumnya pelantikan pertama anak buahnya di area Pelabuhan Poetere, kedua di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang mendapat beragam macam sorotan. Selanjutnya Pelantikan pejabat hasil mutasi dilaksanakan yang akan digelar di TPU Suding pekan depan.

[NEXT-RASUL]

“Masya ALLAH, Walaupun belum ada fatwa MUI terkait larangan, namun dikaji dalam konteks agama islam sangat tidak dianjurkan, sehingga atas nama MUI dan saya pribadi mengimbau seluruh tindakan dan aturan yang yang dilakukan sebagai orang beragama harus dikaji matang-matang tidak boleh berlebihan,” tutupnya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini tengah melakukan segala upaya dan persiapan untuk bersih-bersih pejabat bandel alias malas, terutama dalam lingkup Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Makassar.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menegaskan, mutasi atau rotasi kali ini diistilahkan rotasi gerbong mulai dari lurah, camat hingga dinas yang dianggap lalai dan malas melaksanakan tugas sesuai pemerintahannya. (yad/D)


div>