Aswas Bakal Panggil Jaksa Tahanan Kabur

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Peristiwa kaburnya salah satu tahanan kasus pencurian dengan kekerasan alias begal asal Gowa berinisial Jufri (16) saat selesai sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (12/6) lalu, diakui sebagai kelalaian petugas dan jaksa.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Makassar, Alham mengatakan, bahwa situasi pada saat sidang memang kondisi ruangan pengadilan sangat ramai sehingga kesulitan dalam berkoordinasi dengan baik.

“Intinya memang ada misscommunication antara pengawal tahanan dengan jaksa saat membawa tahanan kedalam ruang sidang tersebut,” ujar Alham diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (16/6).

Ia mengakui ada kelalaian pengawal tahanan dan jaksa dalam membawa tahanan. Pasalnya kata dia tahanan tersebut saat dibawah dalam ruang sidang tidak dalam keadaan terborgol sehingga akan leluasa. “Kita harus akui bahwa memang ini adalah kelalaian,” ungkap Alham.

Saat ini, kata Alham pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari Polrestabes Makassar untuk melakukan pengejaran terhadap terdakwa Jufri.

Sementara itu, Asisten Pengawas (Aswas) Kejati, Heri Jerman mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap petugas pengamanan tahanan bersamaan dengan jaksa yang mengawal napi yang kabur.

“Yang pasti Kita akan memeriksa semua pihak yang terkait, kita tunggu saja,” ujar Heri Jerman.

Diketahui, terdakwa Jufri merupakan pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasaan alias Curas yang berasal dari Kabupaten Gowa. Dalam sidang sebelumnya, Jufri dituntut 1 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum. (***)