Aswas Belum Mau Bahas Sanksi Kajari Pinrang

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pinrang, Sri Yeni diduga melakukan pelanggaran kode etik berupa permintaan sejumlah proyek ke Pemerintah Kabupaten Pinrang.

Itu diketahui setelah beredarnya foto berisi surat dengan nama Kajari Pinrang melalui Sosial Media (Sosmed).

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sulselbar, Heri Jerman mengaku akan segera melakukan pemanggilan terhadap Sri untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan permintaan sejumlah proyek tersebut.

Pemanggilan akan segera dilaksanakan setelah tim pengawasan melakukan pengkajian terhadap foto tersebut. “Kami akan mengkaji dulu fotonya, kalau sudah, pasti akan kami panggil dalam waktu dekat,” kata Heri diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (18/5).

Ia menyebutkan, bukti yang kini menyebar via media sosial dan disebarkan masyarakat Kabupaten Pinrang masih belum bisa dijadikan sebagai petunjuk menaikkan status tersebut ke penyidikan pengawasan. Pasalnya dalam foto yang beredar, kertas tersebut tak menunjukkan adanya stempel basah dari kejaksaan.

“Kami akan cari tahu dulu lewat staf, SKPD dan orang lain yang memang tahu terkait permintaan ini, karena bisa saja ada orang yang memanfaatkan situasi dan mencatut nama Kajari,” kata Heri.

Ia menambahkan, pemanggilan dilakukan bukan hanya untuk Kajari Pinrang saja, melaikan SKPD yang bersangkutan juga akan turut dimintai keterangan dalam waktu dekat ini.

Sepanjang proses klarifikasi berlangsung, pihaknya tak ingin terlebih dahulu membahas kemungkinan hukuman yang akan diberikan jika memang Sri Yeni terbukti meminta proyek ke jajaran Pemkab Pinrang.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pinrang, Sri Yeni yang dikonfirmasi membantah adanya permintaan sejumlah proyek. “Tidak ada itu, tanya Kasi Intel saya saja,” singkatnya. (***)