MINGGU , 19 NOVEMBER 2017

Aswas Janji Tangkap Tahanan Kabur

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 17 Juli 2017 11:36
Aswas Janji Tangkap Tahanan Kabur

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Heri Jerman, berjanji bakal menyelesaikan kasus begal yang kabur di Pengadilan, Senin 12 Juni lalu, pasca menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar.

Menurutnya, kasus tersebut biasa saja, dan masih belum selesai pemeriksaan. Pihaknya saat ini masih melangsungkan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait atas kaburnya tahanan itu.

“Sebelum saya serah terima jabatan minggu depan, Insya Allah, kasus itu selesai,” kata Heri diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (17/7).

Ia mengatakan, tahanan yang kabur merupakan tanggung jawab pengawal tahanan yang bertugas saat itu. Saat berjalan bersama dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Makassar, Emilia Fitriani, terdakwa Jufri yang tidak diborgol dan tidak dikawal oleh aparat kepolisian seperti pada umumnya tahanan, melarikan diri dari pengamanan petugas.

Diketahui, tahanan yang kabur itu merupakan pelaku atas kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) atau begal, yakni Jufri (16) asal Gowa. Ia dituntut 1 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim.

Kaburnya pelaku begal itu atas kelalaian petugas. Sedang untuk sanksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Emilia Fitriani dan Kasi Pidum Kejari Makassar, Andi Usama, baru dapat diberikan jika pemeriksaan terhadap keduanya rampung.

“Iya, masih dalam pemeriksaan, masih berjalan, jadi tunggu saja,” lanjut Heri.

[NEXT-RASUL]

Ia menegaskan, Kejati bersama Kejari dibantu pihak kepolisian akan terus memantau keberadaan tahanan kabur. Harapannya, pihak keluarga tahanan dapat kooperatif memberikan informasi jika mengetahui keberadaan tahanan.

Sementara, Kasi Intel Kejari Makassar, Alham, mengatakan, begal kabur itu belum terdeteksi sampai sekarang, dan pihaknya sudah kerjasama dengan kepolisian untuk mengejarnya. “Masih sulit ditemukan, karena belum terdeteksi,” kata Alham.

Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Jufri, dapat segera melaporkan ke aparat kepolisian atau Kejari Makassar. “Mengetahui keberadaan tahanan, namun menyembunyikan atau tidak melaporkan, adalah perbuatan pidana yang dapat dikenai hukuman berat,” tegas Alham. (***)


div>