SELASA , 23 OKTOBER 2018

Atas Dedikasinya, AirNav Indonesia Beri Penghargaan Terakhir Untuk Agung

Reporter:

Sugihartono

Editor:

Iskanto

Minggu , 30 September 2018 11:30
Atas Dedikasinya, AirNav Indonesia Beri Penghargaan Terakhir Untuk Agung

Almarhum Agung di rumah duka, Jalan Onta Baru No 45, Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Minggu (29/9/2018) dini hari.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Cerita itu dimulai ketika pegawai pemandu lalu lintas udara ( Air Traffic Controller/ATC), Anthonius Gunawan Agung memberikan Izin kepada pesawat Batik Air ID 6231, rute Palu – Makassar yang sedianya berangkat pada pukul 17.55 di percepat oleh Pilot Batik Air, Maffela menjadi pukul 17.52.

Agung (22) yang saat itu bertugas di Tower ATC AirNav Indonesia Cabang Palu, Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, dan telah menyetujui pemberangkatan tersebut tak kunjung menyelamatkan diri ketika gempa mulai mengguncang tower yang ia tempati.

Teman – teman Agung di Personel AirNav yang sedang tidak melayani berlari turun saat gempa terjadi untuk menyelamatkan diri. Sementara Agung sendiri belum dapat turun karena pesawat belum tinggal landas.
Agung menunggu pesawat Batik hingga terbang. Saat itulah, setelah pesawat dalam keadaan kondisi terbang penuh, getaran gempa semakin kuat. Agung memutuskan melompat dari cabin tower (lantai empat) sehingga kakinya patah.

Atas dedikasi almarhum, pihak AirNav menyatakan akan memberikan penghargaan dengan menaikkan pangkatnya dua tingkat serta apresiasi lainnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

”Keluarga besar AirNav berduka atas berpulangnya almarhum Agung. Almarhum telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa saat memberikan pelayanan yang terbaik untuk mewujudkan keselamatan penerbangan,” ujar Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto di rumah duka, Jalan Onta Baru No 45, Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Minggu (29/9/2018) dini hari.

“Kedua orangtua almarhum berdomisili di Papua, tapi keluarga besarnya tinggal di Makassar, sehingga kami dengan keluarga almarhum Agung rencananya akan memakamkannya di Makassar,” Sambungnya.

Paman korban, Sambas (58) menuturkan jika almarhum mempunyai jiwa sosial dan semangat perkawanan yang tinggi. Jika ia berlibur ke Makassar, almarhum selalu mengundang teman – temannya untuk bertamu.

”Almarhum sangat sosial saat remajanya, dia selalu ajak teman-temannya tidur di rumah, belajar bersama, dia sangat baik sekali,” terangnya.

Sambas mengaku mengetahui meninggalnya, Agung setelah dihubungi oleh pihak Airnav

“Keluarga dihubungi langsung AirNav serta kantornya, almarhum Anthonius akan dikebumikan senin, (1/10/2018),” ujar Sambas.

Personel AirNav di Palu sebelumnya memberikan pertolongan kepada Agung dengan membawanya ke rumah sakit. Kemudian merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar karena ada indikasi luka dalam.

AirNav berupaya mendatangkan helikopter dari Balikpapan untuk membawa Agung ke rumah sakit yang lebih besar. Namun karena kondisi bandara, helikopter baru dapat diterbangkan Sabtu pagi. Agung rencananya akan dibawa menuju bandara untuk diterbangkan dengan helikopter ke Balikpapan. Namun sebelum helikopter tiba, dia sudah meninggal dunia.

Sedang Pilot Batik Air yang meminta untuk mempercepat keberangkatannya mengaku cukup prihatin. Ia tak menyangka jika agung tetap berada dikursinya untuk tetap memandunya

“Saya tidak menyangka dia tetap di kursinya untuk menyelesaikan tugas. Tuhan punya rencana lain,” kata Maffela di akun Instagramnya, Sabtu (29/9) kemarin.


div>