SENIN , 19 FEBRUARI 2018

Atasi Banjir di Wajo, AIA akan Kawal Revitalisasi Danau Tempe

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 26 Juni 2017 12:31
Atasi Banjir di Wajo, AIA akan Kawal Revitalisasi Danau Tempe

Tim Andi Iwan Darmawan Aras saat membagikan paket sembako kepada korban banjir di Wajo.

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – Banjir yang melanda Kabupaten Wajo sebulan terakhir merendam ribuan rumah warga. Bahkan warga dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Wajo malah harus terisolasi akibat banjir.

Atas hal itu, Anggota DPR RI fraksi Gerindra dari dapil Sulsel II, Andi Iwan Darmawan Aras yang juga putra daerah kabupaten Wajo langsung memerintahkan timnya untuk menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terisolasi atau terkena dampak banjir.

Menurut Andi Iwan yg juga anggota Komisi V DPR RI, kegiatan ini secara spontanitas dilakukan oleh tim AIA sebagai bentuk keprihatinan terhadap warga Wajo yang dilanda bencana banjir di bulan suci ramadhan bahkan pada saat lebaran Idul Fitri kali ini. Dengan harapan bisa sedikit mengurangi beban warga yang tertimpa bencana.

Banjir musiman yang melanda Wajo akibat dangkalnya danau Tempe yang membuat air dengan mudah meluap saat curah hujan cukup tinggi. Atas dasar itu, untuk penanganan banjir musiman ini Andi Iwan berjanji akan terus mengawal kegiatan revitalisasi danau tempe yang penghujung akhir tahun 2016 lalu telah dikontrakkan sebesar kurang lebih 280 milyar dengan masa pelaksanaan selama 840 hari.

Selain dari curah hujan yang tinggi, banjir juga diakibatkan air kiriman dari kabupaten tetangga seperti Soppeng dan Sidrap. Sehingga kedepan saya juga akan mengawal pembangunan waduk di Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Sidrap yang nantinya berfungsi sebagai wadah untuk menampung air. Itu merupakan solusi untuk Wajo agar terhindar dari banjir musiman ini,” ujar Politisi Partai Gerindra ini.

“Saat ini kami telah menyalurkan 4 ribu lebih paket sembako. Saya berharap pihak-pihak lain khususnya pemerintah daerah bisa lebih memaksimalkan bantuan terhadap warga yang terkena banjir di Wajo,” harapnya.

Kerabat yang juga Tenaga Ahli AIA, Harmansyah mengatakan bantuan disalurkan menggunakan perahu. Mengingat ketinggian air yang mengepung di dua kecamatan itu setinggi 1-2 meter.

Harmansyah menambahkan, dari sejumlah desa di dua Kecamatan, Salomenraleng merupakan daerah yang terparah merasakan dampak dari banjir yang sudah beberapa minggu mengisolasi warga di dua kecamatan tersebut.

“Harus ada keseriusan pemerintah untuk mengatasi banjir yang tiap tahunnya menimpa warga, dan beliau (AIA) akan menjadwalkan meninjau langsung wilayah yang terisolasi banjir,” kata Harmansyah. (*)


div>