KAMIS , 19 JULI 2018

Atasi Kemiskinan, Kemenag dan Pemprov Kerjasama Bentuk Desa Binaan

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 05 Januari 2016 17:47

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk membentuk desa binaan. Salah satu tujuannya, untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Sulsel.

‎Kepala Kantor Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Thahir, mengatakan, pihaknya mencoba melihat apa yang bisa disinergikan dengan pemprov. Misalnya, bagaimana agar tingkat kemiskinan di Sulsel yang mencapai 800 ribu orang bisa dihapuskan. 

“Kami akan mencoba membentuk desa binaan, bisa saja zakat pegawai kita bawa ke situ. Mungkin ada kegiatan pendidikan. Berbagai kegiatan kita coba ramu, kemudian dirumuskan apa yang cocok,” ujarnya, di sela-sela‎ ramah tamah Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016 yang‎ dirangkaikan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1437 H‎‎, di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Samata, Kabupaten Gowa, Selasa (5/1).

Selain desa binaan, lanjutnya,‎ program lainnya adalah pelayanan haji yang makin baik. Tahun ini, Kemenag Sulsel melakukan MoU dengan Polda dan pihak pelabuhan, agar jamaah umrah bisa beribadah dengan kenyamanan dan ketentraman.

“Jangan seperti selama ini, ada travel yang membawa jemaahnya tapi tiba-tiba tidak melaksanakan kewajibannya. Ini yang kita cegah,” terangnya.

Ia menambahkan, sejak tahun 2010 ada program beasiswa santri berprestasi. Program ini, ditujukan ke siswa madrasah aliyah dan pesantren yang dites melalui kementerian agama pusat, untuk menempati sepuluh perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Saya melihat, di Sulsel banyak siswa yang mau lanjut, tapi dilarang ke Pulau Jawa oleh orang tuanya. Sekarang, kami mengajak perguruan tinggi di Sulsel ikut serta. Di tahun ini, akan ditindaklanjuti dengan MoU agar anak-anak kita yang tidak bisa ke Jawa bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi ternama di Sulsel saja, seperti Unhas. Anggarannya di pusat, dan dijamin mulai masuk sampai selesai,” paparnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, ‎agama membuat seluruh aktifitas kemasyarakatan berjalan secara baik. Kehidupan yang damai menimbulkan kenyamanan di sekitarnya. Agama harus menjadi rahmatan lil alamin, agama harus menjadi cinta kasih. 

“D usia 70 tahun, Kemenag Sulsel harus menjadi bagian dari konsolidasi konsepsi untuk menghadirkan seluruh peranan agama yang kuat,” tuturnya.

Menurutnya, Kemenag Sulsel sejauh ini telah berkontribusi positif terhadap pembangunan.


Tag
  • Kemenag
  •  
    div>