SABTU , 20 JANUARI 2018

Aturan Baru Di Asrama Haji Sudiang

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 24 September 2012 13:31
Aturan Baru Di Asrama Haji Sudiang

Calon Jamaah Haji (CJH) menjalani pemeriksaan barang di Asrama Haji Sudiang. Tahun ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menerapkan peraturan ketat.

Calon Jamaah Haji (CJH) menjalani pemeriksaan barang di Asrama Haji Sudiang. Tahun ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menerapkan peraturan ketat.

Musim haji tahun ini ada yang berbeda. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Sudiang menerapkan peraturan baru. Petugas keamanan dan pengantar wanita diwajibkan memakai kerudung atau berjilbab untuk masuk ke kawasan asrama haji. Peraturan baru ini mengadopsi asrama haji di Aceh yang telah menerapkan syariat Islam.

Beberapa hari ini, suasana Asrama Haji Sudiang terlihat sibuk. 7.215 jamaah akan diberangkatkan. PPIH dalam mengawal proses pelaksanaan haji tahun ini melakukan perbenahan dalam segi aturan dan beberapa hal yang dianggap penting demi keberlangsungan dan kenyamanan proses pemberangkatan dan penyambutan jamaah.

Sarana dan prasarana di beberapa tempat yang akan digunakan jamaah haji juga dibenahi dan dilakukan standarisasi kelayakan yang dipantau langsung Kanwil Kementerian Agama Sulsel.

Ketua PPIH Tahun 2012, Gazali Sayuti yang juga Kakanwil Kementerian Agama Sulsel, mengatakan, tahun ini pihak panitia bekerjasama dengan beberapa instansi menerapkan aturan baru dan pemberian sarana yang memadai bagi para jamaah haji ketika berada di Asrama Haji Sudiang. “Untuk tahun ini kami menerapkan aturan ketika semua dalam wilayah asrama diwajibkan semua berpakaian tertutup sesuai apa yang ditetapkan dalam agama Islam. Bagi perempuan harus berkerudung, dan alhamdulillah para petugas polisi wanita (polwan) pun mengenakan kerudung, kenapa kita terapkan karena kita merujuk dari Banda Aceh,” papar Gazali Suyuti saat ditemui Rakyat Sulsel, baru-baru ini.

Dengan aturan ini, diharapkan semua kalangan yang masuk di wilayah Asrama Haji Sudiang untuk mematuhinya.

“Sistem baru kami terapkan dan segala sarana dan prasarana yang disediakan di Asrama Sudiang semua dalam keadaan baik dan layak digunakan oleh para jamaah, baik itu tempat istirahat jamaah, kamar mandi, persedian makanan, persiapan obat-obatan, dan berbagai kebutuhan sudah kami siapkan,” papar Gazali.

Selain menerapkan aturan memakai kerudung bagi wanita, petugas asrama haji melakukan pemenuhan hak keluarga jamaah yang ikut mengantar dan mendampingi jamaah haji, dimana ada batasan-batasan yang telah ditentukan oleh pihak petugas dan para keluarga. “Antara keluarga jamaah dengan para jamaah dikhawatirkan terjadi hal yang tidak inginkan, seperti mengantisipasi kasus pencopetan dan meminimalisasi terjadinya calo, ada waktu tertentu para jamaah dan keluarga bisa dipertemukan dalam asrama sebelum kloter pemberangkatan jamaah haji tersebut tiba,” jelasnya.

Salah satu keluarga jamaah haji, Irham (35), yang mengantar keluarganya masuk asrama haji mengaku merasa sangat senang dengan peraturan yang sudah diterapkan pihak panitia.

“Ya mungkin dengan peraturan seperti ini semua akan berjalan dengan baik dan kembali dengan selamat. Semoga semua berjalan dengan baik. Saya pribadi memberikan kepercayaan penuh kepada panitia karena dia yang lebih tahu apa-apa saja yang perlu dalam pemenuhan dan proses pelaksanaan ibadah haji,” harap Irham. (RS13/C)


Tag
div>