SENIN , 19 NOVEMBER 2018

AUM Tegar Dalam Perjuangan

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Rabu , 29 Agustus 2018 09:58
AUM Tegar Dalam Perjuangan

int

Kapten Cpl TNI (Purn) Andi Undru Mario, S.Sos, M.Si, lahir dan dibesarkan di Desa Ceppaga, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Tumbuh dan berkembang di sekitar hamparan lahan persawahan nan luas di daerah yang lebih dikenal dengan sebutan Peneki itu, AUM-sapaan akrabnya telah merasakan pahit getirnya kehidupan petani.

Sejak kecil hingga remaja, AUM telah terbiasa dengan semerbak bau hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Atau merasakan jeritan kalangan petani tatkala persawahan sudah seharusnya dialirkan air, namun hujan tak kunjung turun. Bagi AUM, pertanian separuh cerita dalam kisah perjalanan hidupnya.

Menginjak usia dewasa dan lolos masuk ke TNI, AUM tetap saja tak bisa melupakan pertanian. Sehingga, selama belasan tahun, melalui PT Super Tani Indonesia, perusahaan produksi pupuk anorganik milik AUM, petani telah terbantu atas kehadiran pupuk tersebut dalam mengatasi kelangkaan pupuk dan menekan biaya produksi pertanian.

Mungkin sosok seperti AUM terbilang langka, sebab, bisa dibayangkan, meski ia saat itu menjadi anggota TNI aktif, tetapi AUM tetap meluangkan waktu memantau dan membantu perusahaannya itu untuk tetap berkhidmat kepada petani.

Memilih pensiun dini dari TNI pada usia 42 tahun, AUM akhirnya fokus mengembangkan perusahaannya. Walhasil, produk pupuk anorganik Super Tani Indonesia tersebut kini telah hadir di sejumlah kota besar di Indonesia, terutama di Pulau Sulawesi, Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Bahkan, sebagai wujud bakti PT Super Tani Indonesia, AUM selalu rutin menggelar kegiatan dengan melibatkan masyarakat, seperti Gebyar Super Tani Indonesia, yang diadakan pada 2017 lalu dengan mendatangkan pedangdut senior Anisa Bahar, sekaligus memberikan hadiah dan doorprize berupa satu unit kendaraan mobil kepada masyarakat yang beruntung, serta kegiatan kompetisi dangdut yang pada Agustus 2018 lalu yang AUM adakan di kampung halamannya di lapangan Desa Ceppaga.

Menyadari produksi pupuknya tak mampu dinikmati secara merata di tengah masyarakat, akhirnya AUM bertekad masuk ke dalam ranah eksekutif. Dia pun sempat ingin masuk dalam bursa pencalonan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Wajo beberapa waktu yang lalu. Namun, nasib berkata lain. AUM belum ditakdirkan menjadi pemimpin di tanah kelahirannya.

Kini, AUM menatap kursi DPRD Kabupaten Wajo. Lewat Partai Gerindra, AUM bertarung di daerah pemilihan Dapil V meliputi Kecamatan Bola, Takkalalla, Penrang dan Sajoanging, AUM optimis bakal lolos menjadi anggota Dewan.

Disokong program pupuk gratis selama lima tahun yang menjadi jualan politiknya, jejaring kekeluargaan dan pertemanan AUM di Dapil tersebut cukup besar.

Semoga AUM dapat meraih apa yang diimpikan serta baktinya kepada masyarakat, bangsa, dan negara segera diwujudkan. Amin. (*)


div>