SENIN , 10 DESEMBER 2018

Awalnya Iseng, Pemuda Lajang Ini Sukses Rintis Bisnis Online Hingga Offline

Reporter:

Editor:

Niar

Sabtu , 02 September 2017 20:06
Awalnya Iseng, Pemuda Lajang Ini Sukses Rintis Bisnis Online Hingga Offline

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Bagi banyak orang, terjun ke dunia bisnis haruslah dengan modal besar dan butuh lokasi usaha yang cukup strategis, namun prinsip itu ditanggapi pemuda lajang ini, yang kini sukses menggeluti bisnis online hingga offline.

Adalah Muh Yusran Hadysurya, pemuda kelahiran Parepare ini merintis usaha, yang dimulai dari bisnis online saat ia masih berusia 21 tahun. Pada waktu itu, Yusran sapaan pemuda lajang ini masig duduk di bangku semester I sebagai Mahasiswa di Universitas Pasundan (Unpas), Bandung.

Dari hasil jerih payah yang dirintis sejak 2012 silam kini anak sulung dari tiga orang bersaudara ini dapat menikmati hasil keringatnya, dengan membiayai kuliah di kampung orang, hingga mencukupi kehidupan orangtua dan kedua adiknya.

“Awalnya cuma iseng-iseng, tapi saya melihat peluang pasar. Uang jajan yang dikirimkan orangtua sebesar Rp 500 ribu untuk sebulan, saya gunakan sebagai modal awal bisnis online jam tangan, lalu beralih ke bisnis pakaian,” ujar Yusran, anak dari pasangan Sitti Sahria, dan Muh Yunus, Sabtu, (2/9/2017.

Dengan jiwa kreatif yang dikembangkan bersama empat orang rekannya, kini bisnis yang dinamai Five Distro milik Yusran melebar dan dikenal di pelosok negeri.

“Nama Five Distro diberikan karena bisnis ini kami rintis berlima bersama sahabat seperjuangan sejak SMA (MAN 2 Parepare) dulu, sedangkan Distro karena bisnis ini bisnis pakaian. Kami ingin tetap silaturahmi terjalin, nah dengan bisnis ini, selain menghasilkan, silaturahmi dengan kerabat juga tetap terjalin,” ujar alumni MAN 2 Parepare.

Berkat keuletan dan kreatifitasnya, kini Yusran telah memiliki toko sendiri untuk memajang segala jenis pakaian Distro original dan berkualitas yang didatangkan langsung dari Kota Bandung.

“Prinsip saya tidak mengejar keuntungan tapi kepuasan pelanggan dan berbagi bersama sesama,” ujar Pemuda yang aktif dalam Komunitas Tangan di Atas (TDA) Parepare ini. (nia)


div>