MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Awas “Penumpang Gelap”

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 15 April 2016 13:02
Awas “Penumpang Gelap”

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Performa Tim Pemenangan Syahrul YasinLimpo (SYL) di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) kurang greget alias tak bertaji dalam menggalang dukungan suara.

Hal itu lantaran belum adanya kepastian dukungan dari DPD sebagai pemilik suara sah. Bukan hanya itu, adanya isu jika DPD II se-Sulsel tidak solid dalam memenangkan SYL di Munaslub.

Selain itu, Tim Pemenangan SYL dinilainya tak bekerja secara ikhlas karena diduga adanya sarat kepentingan personal, khususnya menjelang momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Takalar 2017 dan Pilkada serentak gelombang ketiga tahun 2018 mendatang.

Terkait hal itu, Ketua Tim Pemenangan SYL di Munaslub, HM Roem secara tegas membantah jika timnya bekerja kurang maksimal. Menurutnya, seluruh Tim Pemenangan SYL tetap jalan seperti biasa untuk menggalang dukungan. “Tidak ada seperti itu, semua tim tetap jalan seperti biasa,” kata Roem,  Kamis (14/4).

Terkait jumah dukungan, total ketua DPD yang telah menemui SYL yakni tak kurang dari 280 ketua DPD I dan III. Menurutnya, 154 ketua DPD Golkar diantaranya telah merekomendasikan SYL untuk maju sebagai  calon ketua umum Golkar. “Totalnya ketua DPD I dan II Golkar yang sudah menemui Pak SYL itu 280, dan 154 diantaranya telah memberikan rekomendasi tertulis kepada Pak SYL untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar,” ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan sebagai saudara SYL dirinya hanya ingin mengingatkan. Menurutnya, jangan sampai keberhasilan Gubernur  Sulsel dua periode itu sebagai birokrat tercoreng hanya karena urusan politik.

[NEXT-RASUL]

“Saya sebenarnya tidak punya kapasitas untuk mengomentari hal tersebut, tapi karena saya sebagai anak buah Pak

SYL dalam pemerintahan Sulsel, saya hanya ingin mengingatkan jangan sampai keberhasilan Pak SYL sebagai birokrat tercoreng dan terdegradasi hanya karena pentas politik,” jelasnya.

Menurut mantan Plt Bupati Kabupaten Luwu Timur ini, salah satu kunci keberhasilan SYL dalam ajang Pilgub lalu dan sebagai Gubernur dua periode karena sejalan dengan Timnya  yang ada dibawahnya. Olehnya itu, ia berharap agar Tim Pemenang

SYL pada Munaslub mendatang belajar dari pengalaman tersebut. “Kunci keberhasilan Pak SYL dalam memimpin Sulsel dua periode itu karena memiliki tim yang membantunya solid memiliki visi dan misi yang sama dan tidak ada gerakan tambahan, sehingga saya berharap

Tim Pemenangan Pak SYL belajar darhal ini,” terangnya. Ia mengaku, tidak bisa mengukur secara keseluruhan kinerjaTim Pemenang SYL pada Munaslub. Menurutnya, pembagiantugas dalam Tim Pemenang SYL harus jelas dan berprestasi.

“Saya tentu tidak bisa mengukur kinerja Tim Pak SYL, apakah bekerja secara tulus atau tidak, yang terpenting menurut saya adalah pembagian kerja Tim harus jelas dan tentunya harus punya prestasi,” ucapnya.

[NEXT-RASUL]

Ketua Divisi Hukum dan HAM Arfandi Idris menuturkan, agenda timnya kedepan dalam mengahadapi munaslub mendatang, pihaknya saat ini masih menyiapkan  pendaftaran. Kemudian ada rencana pak SYL ada bertemu dengan beberapa bakal calon lagi.

Menurut Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel ini, dengan tertundanya Munaslub hingga 17 Mei itu, pihaknya masih mempunyai waktu yang cukup panjang untuk menggalang dukungan. Arfandi menambahkan, SYL pun tidak ada sistem deklarasi karena tim pemenang sudah sementara berjalan. “Tidak ada deklarasi, karena sudah sementara jalan,” tutupnya.

Terkait hal itu, Pakar PolitikUniversitas Hasanuddin (Unhas)Adi Suryadi Culla, menilai jikatim pemenangan SYL saat inimasih solid, khususnya di Sulsel. “Setahu saya kalau tim SYL masih solid di Sulsel.

Sulsel itu suaranya saya kira hampir di pastikan maksimal, apalagi yang menjadi lumbung utama yang  diharapkan dari kalangan peserta Munaslub adalah wilayah kawasan timur,” tuturnya. Adi menambahkan, pendekatan-pendekatan yang sudah dilakukan oleh SYL secara komunikasi politik berjalan sangatstrategis.

“Untuk itu, menurut saya, tidak ada tokoh atau alternatif lain, meskipun ada beberapa tokoh yang juga ikut berpengaruh dan kandidat yang ingin saling bersaing nanti di Munas tapi sepengetahuan saya melihat berbagai perkembangan selama ini, manuver yang dibuat seperti Idrus Marham belum bisa menunjukkan pengaruhnya yang membuat suara SYL terpecah,” jelasnya.

Terkait dengan tim pemenangan yang di bentuk SYL harus di rombak atau di evaluasi. Menurut, Dewan Pendidikan Sulsel ini, akan sangat merugikan jika SYL melakukan itu karena akan berdampak tidak produktif pada suaranya di Munaslub nanti.

[NEXT-RASUL]

“Menurut saya sebenarnyabagaimana sekarang mempertahankan agar dukungan solid,jangan sampai merombak padahal berdampak tidak produktif, untuk saat ini bagusnya bagaimana konsulidasi dari pada tim tersebut diperkuat bukan melakukan perombakan itu infact sangat besar,” kata Adi. Menurut Adi Suryadi, kepentingan personal dalam mendukung SYL di Munaslub pasti ada.

Moment pilkada itu menjadi bagian dari keinginan figur. “Terlalu riskan kalau politik di Takalar berdampak di Munaslub,” tutupnya. Sementara Ketua Bidang Visi dan Misi, Farouk M Betta menyatakan bahwa, agenda SYL untuk beberapa waktu ini tetap mengkosolidasi voters.

Sementara soal jadwal deklarasi belum ditentukan. Menurut Farouk, belum digelarnya deklarasi SYL maju di Munaslub karena merubah pola dengan model lain. “Belum ada jadwal, kita lihat saja perkembangannya,” tegasnya. (E)


div>