SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Awasi Jukir Nakal !

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 09 April 2018 14:15
Awasi Jukir Nakal !

Seorang juru parkir mengatur kendaraan roda dua yang parkir di depan Toko Bintang, Jl Pengayoman, Makassar, beberapa waktu lalu. foto: Dok. Rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Persoalan kemacetan yang terjadi di Makassar seperti tidak ada akhirnya. Kemacetan yang terjadi kerap dilakukan oknum Juru Parkir (Jukir) PD Parkir yang memarkir kendaraan di bahu jalan. Sebut saja di depan kantor BPJS Kesehatan Jalan AP Pettarani, dan Toko Satu Sama di Jalan Landak lama.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar mengharapkan kerjasama dengan PD Parkir sebagai penyedia jasa jukir, untuk menertibkan jukir nakal yang sering kali memarkir tidak sesuai aturan, dan tidak mengindahkan larangan parkir di bahu dan badan jalan.

“Jumat kemarin kita koordinasi dengan PD Parkir terkait dengan pemberitaan adanya jukir jadi hambatan untuk penertiban parkir. Dengan adanya itu, tim dari PD Parkir akan turun langsung mengidentifakasi jukir yang nakal,” ucap Humas Dishub Makassar, Aziz Sila, Minggu (8/4).

Ia mengatakan, pihaknya bersama PD Parkir akan menindak tegas jukir yang kedapatan memarkir kendaraan yang tidak sesuai tempat yang telah ditentukan pada saat peninjuan jukir.

“Kita punya batasan kewenangan, jadi kita serahkan ke PD Parkir untuk penindakannya,” ucap Aziz
Menurutnya, persoalan parkir dan penataan perparkiran belum dipahami sejumlah jukir yang beraksi di lapangan. Hal itu terlihat dari pemilik kendaraan yang memarkir di Jalan Ratulangi, diarahkan untuk memarkir samping oleh jukir.

“Kemacetan sering terjadi karena adanya parkiran samping, kemarin di toko agung, pengendara memang miliki karcis dan bisa memarkir dipinggir jalan dan itu salah karena tidak ada aturan itu. Jadi, jukir tidak boleh mengklaim bisa parkir dipinggir jalan,” jelas Aziz Sila.

Ia menjelaskan, kendaraan yang boleh parkir dibadan jalan yaitu jalan yang telah ditentukan seperti di Jalan Boulevard yang sudah ada garis parkir. Selain itu, untuk bahu dan badan jalan boleh dilalui kalau ada hal yang mendesak atau darurat.

“Bahu jalan ada peruntukkan sendiri. Apabila pada saat darurat yaitu ambulance yang lewat, seperti dari kepolisian yang tiba-tiba harus ada hal yang mendesak itu bisa melewati bahu jalan,” jelas Aziz Sila.

Sementara, Direktur Operasional (Dirops) PD Parkir Makassar Raya, Syafrullah, menjelaskan, pihaknya sejak dulu melarang bahkan menindak bila ada jukir yang melakukan pelanggaran dengan mengarahkan penggendara memarkir yang bukan lahan parkir.

“Iya kalau mereka (jukir) melanggar aturan, kita cabut id cardnya. Aturannya kan jelas, kalau mau macam-macam ya diselesaikanlah,” singkat Syafrullah.

Saat ini, jelasnya, pihaknya baru melakukan tindakan tegas dengan mencabut Id Card salah satu jukir nakal yang kedapatan. Hal itu bakal bertambah jika ada laporan-laporan dari masyarakat dan kedapatan.

“Ada beberapa yang terdata, termasuk yang malas menyetor, sudah terindetifikasi, dan yang melanggar kita cabut,” ucap Syafrullah. (*)


div>