• Jumat, 29 Agustus 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

AZ Makassar, Nama Tim Pemenangan Apiaty-Zulkifli

Minggu , 19 Mei 2013 23:10
Total Pembaca : 443 Views

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Pemenangan Apiaty Kamaluddin Amin Syam akhirnya melebur pasca berduet dengan salah satu petinggi Fajar group, Zulkifli Gani Ottoh (Zugito). Tim gabungan ini diberi nama AZ Makassar.

Juru Bicara pasangan Apiaty-Zugito (AZ), Mas’ud Muhammadiah, membeberkan, Tim AZ Makassar adalah tim inti pasangan birokrat-pengusaha itu. Tim ini beranggotakan kira-kira 10-an orang lebih dan bertugas mengkoordinir relawan-relawan pemenangan, dan komunitas-komunitas pendukung Apiaty-Zugito.

“Tim Hatiku kemarin itu kan hanya untuk memenangkan Ibu Apiaty saja maju Pilwalkot sedang sekarang sudah berpasangan dengan Pak Zugito. Makanya dilebur saja menjadi Tim AZ Makassar agar lebih tepat,” kata Mas’ud, dalam sela-sela pembentukan Tim AZ Makassar, di Toko Sea Bread, Jalan Cendrawasih, Makassar, akhir pekan lalu.

Tim AZ Makassar tersebut terdiri dari Kerabat Apiaty dan Zugito, beberapa pengurus parpol non-parlemen pengusung, serta beberapa perwakilan komunitas dan relawan pemenangan.

Mas’ud melanjutkan, relawan pemenangan dan komunitas pendukung AZ akan segera turut dibentuk dalam waktu dekat. Beberapa komunitas, sudah ada sebelumnya. Komunitas-komunitas yang akan dibentuk diantaranya komunitas perempuan, majelis taklim, supir pete-pete, pengusaha rental, hingga komunitas etnis-etnis yang ada di Makassar.

“Untuk komunitas etnis, kami tidak pandang bulu. Hampir semua etnis yang ada di Makassar akan kami rangkul. Kami bukan hanya akan merangkul dukungan etnis mayoritas seperti Bugis, Makassar, dan Toraja. Kami juga akan bentuk komunitas etnis kalimantan, jawa, batak, ambon, papua, bima, hingga etnis cina. AZ adalah pasangan nasionalis, jadi tidak memandang perbedaan SARA dalam memimpin,” terang Mas’ud.

Kedekatan Zugito dengan sejumlah etnis Cina dan juga darah keturunan campuran bugis-kalimantan, dijelaskan Mas’ud cukup untuk mendatangkan dukungan etnis minoritas di Makassar itu.

“Selain itu Pak Zugito juga mantan wartawan dan sekaligus pengusaha. Sementara Ibu Apiaty adalah birokrat tulen. Makassar ini belum pernah dipimpin perempuan, sehingga menurut saya kans peluang kami ada. Apalagi survei saat ini belum ada yang menonjol, semua kandidat masih rata-rata. Survei terakhir yang saya baca hari ini dikoran malah menempatkan kami di rangking 3 besar,” yakinnya.


Penulis: Achmad Shabir
Editor: Mulyadi Abdillah