MINGGU , 22 JULI 2018

Azhar Arsyad Diujung Tanduk

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 11 Februari 2016 12:01
Azhar Arsyad Diujung Tanduk

int

PENULIS: SOPHIAN
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel berbuntut panjang. Jika tak segera mengurai benang kusut, partai berlambang bola dunia ini dikuatirkan tak lolos verifikasi parpol pada Pemilu 2019 nanti.

Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel, Anwar Sadat menegaskan akan mengambil sikap terkait kisruh yang terjadi di internal PKB belakangan ini.

Menurutnya, pasca pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB beberapa waktu lalu, Dewan Syuro PKB Sulsel telah membangun komunikasi dengan DPP PKB. “DPP pun merekomendasikan agar dewan syuro mengambil sikap untuk menengahi konflik, jika dinilai tidak bisa diselesaikan secara internal maka DPP akan turun tangan,” ujarnya, Rabu (10/2)

Anwar Sadat menambahkan, sejauh ini DPP telah mengetahui konflik yang terjadi di internal PKB Sulsel sebelum agenda Mukernas dilaksanakan. DPP disebut banyak menerima surat dan SMS terkait dengan mosi tidak percaya yang disuarakan sejumlah pengurus DPW dan DPC PKB Sulsel terhadap kebijakan Azhar Arsyad selaku Ketua DPW.

Olehnya itu, dirinya menegaskan akan menggelar agenda pertemuan dengan 24 DPC PKB se-Sulsel, untuk mengakomodir aspirasi dan masukan sekaitan dengan penyelesaian kisruh kepengurusan di DPW.

“10 hari kedepan Dewan Syuro akan menggelar pertemuan dengan seluruh DPC. Pertemuan ini tidak melibatkan Azhar Arsyad maupun pengurus DPW yang berseberangan dengan Azhar. Pertemuan ini nantinya murni antara Dewan Syuro dengan Ketua DPC,” kata dia.

Pertemuan tersebut direncanakan akan dilangsungkan di Makassar. Dewan Syuro PKB Sulsel sejauh ini telah membangun komunikasi dengan seluruh DPC untuk mengatur jadwal pertemuan tersebut. “Kita harapkan semua ketua DPC bisa hadir, jika ada kendala terkait dengan lokasi, maka kita lakukan pendekatan melalui korwil,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Terkait dengan adanya rencana DPP menurunkan tim evaluasi dan monitoring terhadap kepengurusan Azhar Arsyad, Anwar Sadat mengatakan hal tersebut bisa saja dilakukan, jika dalam tenggat waktu tertentu, konflik PKB Sulsel belum mereda. Dirinya mengaku, jika dalam pertemuan antara Dewan Syuro dengan seluruh DPC PKB nantinya menyuarakan adanya muswil, maka dewan syuro akan mengkomunikasikan hal tersebut ke DPP. “Kita prioritaskan penyelesaian masalah ini selesai di tingkat internal, muswil berpeluang dilakukan, jika mayoritas DPC menghendaki,” tegasnya.

Anwar Sadat berpandangan, konflik internal PKB Sulsel mesti segera diselesaikan. Pihaknya khawatir jika konflik ini berkepanjangan, maka bisa mengancam PKB dalam proses verifikasi peserta pemilu 2019 mendatang.

“Untuk kepentingan verifikasi, kepengurusan partai mesti berlangsung kondusif. Jika konflik ini berlarut-larut tentunya akan menyulitkan kita dalam verifikasi nanti,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPW PKB Sulsel Bakri Ridwan mengatakan pihaknya telah meminta kesediaan DPP untuk menengahi kisruh yang selama ini terjadi di DPW.

Menurutnya, DPP telah merespon sikap dan tuntutan sejumlah kader dan pengurus DPW PKB Sulsel. DPP pun disebut telah membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi, yang ditugaskan khusus untuk melihat permasalahan yang terjadi selama ini di PKB Sulsel. Tim tersebut akan ditugaskan di Sulsel, untuk mencermati kepengurusan yang selama ini dipimpin oleh Azhar Arsyad.

“Kami sudah bertemu dengan DPP, dan dalam waktu dekat DPP akan menurunkan tim untuk melakukan evaluasi kepengurusan dan kebijakan yang dilakukan selama ini oleh Azhar, yang menurut kami banyak bertentangan dengan AD/ART partai,” ujarnya.

Bakri menambahkan bahwa Tim Monitoring tersebut, akan mulai bertugas di Sulsel dua minggu kedepan, pasca Mukernas. Menurutnya, jika Tim monitoring menemukan adanya kebijakan Azhar Asryad yang selama ini tidak berkesesuaian dengan pedoman organisasi, maka Tim tersebut, selanjutnya akan bertugas untuk mengawal diselenggarakannya Muswil PKB Sulsel.

[NEXT-RASUL]

“Perlu diketahui bahwa Azhar Arsyad itu menjabat Ketua DPW PKB tidak melalui mekanisme Muswil. Azhar tidak pernah merangkul dan berkoordinasi secara baik dengan sesama pengurus maupun tingkat DPC, terhadap kebijakan-kebijakan strategis partai yang selama ini diambilnya. Sehingga kebijakan yang ada selama ini lebih banyak keputusannya yang sepihak,” terangnya.

Diketahui, sejumlah pengurus dan kader PKB mengaku tidak puas dengan kebijakan Azhar selama ini. Para kader yang kecewa ini pun sempat melakukan unjuk rasa di Sekretariat DPW PKB Sulsel.

Kader PKB Sulsel pun mendesak agar Azhar Arsyad mundur dari jabatannya. Pasalnya selama ini Kepemimpinan Azhar Arsyad dinilai gagal membesarkan partai. Untuk internal, Azhar juga sangat jarang mengumpulkan para kader atau pengurus inti untuk rapat menyusun agenda kerja. Puncak kegagalan Azhar, menurut Bakri Ridwan, adalah pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah di sebelas kabupaten, tahun lalu.

“Semua kebijakan partai dilakukan secara sepihak, tidak ada pelibatan unsur partai dalam kebijakan yang diambil Azhar selama ini, sehingga wajar jika kita menuntut diselenggarakannya Muswil,” tandasnya.


div>