KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Azikin Sholtan Serap Apirasi di Bantaeng

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 18 April 2016 12:56
Azikin Sholtan Serap Apirasi di Bantaeng

int

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Azikin Sholtan kembali melakukan penyerapan aspirasi di masyarakat. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk melaksanakan sosialisasi empat pilar untuk memperkokoh pertahanan bangsa Republik Indonesia.

Menurut Azikin Sholtan yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) ini, kelemahan negara dapat disebabkan akibat masyarakat tidak memahami pilar-pilar bangsa. Di antaranya tentang pancasila, Bhineka Tunnggal IKA, NKRI Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Tidak sedikit masyarakat mempermainkan lambang negara akibat ketidaktahuannya tentang lambang negara kita,” kata Azikin Sholtan saat melaksanakan sosialisasi di Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.

Dia menjelaskan, dengan pemahaman pada empat pilar kebangsaan, kita menata peradaban di masa yang akan datang serta penguatan sendi kehidupan bermasyarakat.

Hal ini juga dapat menghindarkan dari radikalisme, sebagai pembentukan watak agar tidak terjebak pada prilaku yang korup, serta dapat hidup rukun dengan menjauhkan diri dari peredaran narkoba.

Menurutnya, barang haram itu telah banyak merusak generasi bangsa, terutama kaum intelektua. “Tanpa pemahaman yang kokoh kita mudah terjerumus di dalamnya,” ujarnya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengatakan, saat ini tiga poin penting tersebut menjadi perhatian penting bagi pemerintah dalam penanganannya yaitu Korupsi, Terorisme dan dan Narkoba. Oleh sebab itu ini semua menjadi penting agar kita saling mengingatkan akan bahaya hal tersebut.

Sementara itu, pada agenda sosialisasi yang digelar secara bertahap ini telah disebutkan ada dua poin yang sangat mendesak untuk dibahasa di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta. Diantaranya keluhan petani tentang rendahnya harga komoditi, seperti harga jagung.

Azikin menyebutkan mayoritas petani jagung di Bantaeng mengeluhkan rendahnya harga, jika dibandingkan dengan biaya pemeliharaan, pupuk dan racun yang dikeluarkan. Hal ini kata dia sangat urgen untuk diperjuangkan agar pendapatan masyarakat dari hasil pertanian semakin meningkat. ” Tindaklanjut keluhan akan segera ada jawaban,” paparnya.

Lanjut Azikin, masyarakat juga banyak mengeluhkan ketidakjelasan tentang pengangkatan kategori dua (K2) menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Menpan RB sebagai mitra kerjanya di Komisi II DPR RI akan kembali memperjelas hal tersebut. “Persoalan K2 ini menyeluruh, sementara ini kami terus intens komunikasi dengan Menpan RB,” jelasnya.


div>