Aziz Qahar: Bupati Terpilih Jangan Mau Diintervensi

TAKALAR,RakyatSulsel.com– Anggota DPD RI asal Sulsel, Abdul Aziz Qahar Mudzakkar menyerukan ke masyarakat terkhusus Galesong untuk memilih pemimpin yang religius di Pilkada Takalar.

“Karena sistem ekonomi dan politik kita di Indonesia ini adalah sistem yang paling liberal di muka bumi ini,” kata Aziz, Selasa (10/1).

Sehingga, lanjut Aziz, momentum pemilihan langsung ini adalah penentuan nasib rakyat agar ekonomi kerakyatan tidak dikuasai oleh pihak pengusaha ‘Cina’. Aziz pun mengajak agar memilih calon bupati yang tidak memberikan izin kepada Indomaret, Alfamaret dan sejenisnya untuk beroperasi di Takalar.

“Kalo ada yang bisa menjamin bupati Takalar dan bupati lainnya di Sulsel ini tidak ada pengusaha cina yang intervensi proyek, saya kasi 5 juta,” tantang Aziz.

Ketua Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Takalar, Ahmad Rasyid, menekankan kepada warga Galesong untuk mandiri dari cengkraman orang luar. Menurut dia, Galesong punya sejarah kepahlawanan.

“Tapi karena momentum sekarang Pilkada Takalar maka kita fokus memberikan dukungan ke sesama orang galesong,” ujarnya di sambut ucapan takbir oleh peserta Dialog Awal Tahun 2017, kemarin.

[NEXT-RASUL]

Di sisa masa kampanye, Tim pemenangan Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim (Bur – Nojeng) mengaku optimistis menang di Pilkada Takalar. “Kami sangat optimistis. Setidaknya semua lembaga survei yang turun di Takalar memenangkan kami,” kata Ketua Tim Pemenangan Bur-Nojeng, Idris Leo.

Politisi PKPI ini menambahkan, bahwa klaim kemenangan pihaknya, bukanlah asal klaim, melainkan hasil survei dari lembaga kredibel. “Hasil survei dari lembaga kredibel, semuanya memenangkan kami (pasangan Bur – Nojeng). Rata rata 68 persen di sisa waktu 35 hari. Jadi kami tidak asal klaim,” bebernya.

Menurut Idris, timnya sisa menjaga konsistensi kemenangan ini bahkan berusaha untuk meningkatkannya lagi. “Kepada seluruh masyarakat dan seluruh tim, kami imbau untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar. Kita lebih baik fokus menjaga dan mengawal kemenangan ini hingga hari pencoblosan 15 Februari 2017,” tegas Wakil Ketua DPRD Takalar ini.

Dirinya juga meminta kepada pendukung Bur – Nojeng untuk tidak terpengaruh oleh isu terkait adanya SMS Komandan yang selalu dieksploitasi oleh oknum/kubu tertentu. SMS dimaksud berisi dukungan Syahrul Yasin Limpo kepada rivalnya, Syamsari Kitta-Achmad Deng Se’re.

“Karena kita semua tahu, Komandan sangatlah bijak dan paling tahu menempatkan diri dalam konstalasi berpolitik. Apalagi kita bagian dari pemenangan beliau (SYL) di Pilgub yang lalu dan terbukti Thita SYL menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tim pemenangan kita. Sekali lagi sembari bertawakkal, mari kita fokus menjaga kemenangan ini,” tutupnya. (ari/D)