SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Babat Hutan Kompensasi PT Vale, 11 Orang Diamankan polisi

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 26 Maret 2017 11:03
Babat Hutan Kompensasi PT Vale, 11 Orang Diamankan polisi

int

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Sebelas orang yang diduga pelaku pengrusakan kawasan hutan kompensasi PT Vale di daerah Lampia, Kecamatan Malili, diamankan aparat keamanan Polres Luwu Timur.

Mereka ditangkap dilokasi saat tengah melakukan aktivitas pembukaan lahan. Pelaku rata-rata berasal dari kabupaten Luwu Utara. Hal Ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Luwu Timur AKP Andi Akbar, Sabtu ( 25/3 )

Menurutnya, penangkapan ini dilakukan lewat operasi penertiban yang dilakukan Polres Luwu Timur (Lutim), Sabtu (25/3) Polres Luwu Timur turun bersama scurity PT Vale. Hasilnya berhasil mengamankan sepuluh orang yang dianggap pelaku perusakan Hutan.

Selain mengamankan pelaku, lanjut Akbar, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan menebang hutan, seperti Chenso, Parang, kapak,linggis dan sejumlah kendaraan roda dua .

Sementara, para pelaku ini masuk dan membuka lahan di kawasan hutan Kompensasi PT Vale tersebut ada yang sebagai pekerja, ada juga yang membuka sendiri. Namun mereka mengaku masuk dikawasan hutan tersebut disuruh oleh Iwan.

Dimana Iwan mengaku lahan tersebut adalah lahan orang tuanya dan bisa dibagi-bagikan kepada yang berminat, diantara pelaku yang diamankan sudah ada yang membayar Rp 4,5 juta perhektar kepada Iwan.

Para pelaku ini tidak hanya untuk berkebun tapi berencana membuat perkampungan baru. Hal ini dapat dilihat dari beberapa bangunan yang akan dibangun di dalam kawasan hutan tersebut, seperti sudah membuat bangunan mushala, rumah, dan rencana pembuatan lapangan bola. Namun oleh PT Vale hal ini dianggap ilegal, karena kawasan tersebut milik PT Vale.

“Para pelakunya sementara kita periksa, jadi kita belum bisa menyimpulkan siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka, yang jelas otaknya ini adalah Iwan,” ujar Andi Akbar.

[NEXT-RASUL]

Nursal Salah satu pelaku yang diamankan, saat dikonfirmasi mengaku, datang melakukan penebangan di kawasan hutan tersebut sebagai tanaga upah, ia di upah 2 juta untuk satu hektar. Nusral mengaku baru lima hari melakukan penebangan.

“Yang gaji kami pak, Pak Iwan, dia bilang Rp 2 juta per hektar, kalau segitu cocoklah, maka kami pun menjadi tenaga kerja dilahan itu pak ” ujar Nursal.

Sebelas warga Luwu Utara yang diamankan tersebut antara lain, Nusrasl, Aris, Wandi, Kabir, Yusliman, Lobe, Sardi, Irmansyur, Naim, Nursyam dan Iwan. Polisi melakukan penggrebekan setelah PT Vale melapor secara resmi ke polres Lutim. Pihak keamanan juga merubuhkan sejumlah pondok yang dijadikan camp oleh para pelaku.


div>