RABU , 15 AGUSTUS 2018

Bacukiki Manfaatkan Momen Porseni Ajang Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Sabtu , 04 Agustus 2018 07:45
Bacukiki Manfaatkan Momen Porseni Ajang Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Beredarnya surat penundaan sementara pemberian Vaksin MR yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak dianggap sebuah hambatan, sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Puskesmas Lompoe Parepare tetap melakukan Imunisasi sesuai instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kampanye imunisasi Campak dan Rubella dan pemberian vaksin ini dilakukan Pemerintah Kecamatan Bacukiki bersama Puskesmas Lompoe di sela-sela momen pembukaan Porseni yang digelar di Lapangan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Jumat, (3/8/2018).

Kepala Puskesmas Lompoe, Ilham Willem menyatakan, pemberian Vaksin MR merupakan salah satu jalan untuk mencegah bahaya campak dan rubella.

“Imunisasi sudah dilakukan sejak 1 Agustus serentak diseluruh indonesia kecuali Jawa. Lagi pula, prinsip kami lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kami juga hanya menjalankan program nasional dari pusat. Soal halal haramnya itu urusan MUI dan Pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, jika ada orang tua yang menolak maka akan dilakukan pendekatan secara persuasif.

“Selain itu, kami juga akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan kembali,” Jelasnya.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan mengatakan, pemberian vaksin MR menuai kontoversi. Kendati demikian, bukan berarti vaksin tersebut haram.

“Memang kita perlu waspada, tapi kita juga perlu mengetahui perkembangan dari setiap proses. Setahu saya sampai tahun 2016 masih ada label MUI pada vaksin, tapi sampai sekarang belum diperbaharui,” ujar Erna Rasyid Taufan saat mengkampanyekan Imunisasi Campak dan Rubella bersama Camat Bacukiki HM Iskandar Nusu, didampingi Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Andi Erwin Pallawarukka. (MP1)


div>