MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Badko HMI Sulselbar Sayangkan Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Sabtu , 05 September 2015 12:46

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Penyataan mengejutkan dilontarkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly didepan Komisi III DPR-RI yang mengakui maraknya tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari negara China masuk ke Indonesia.

Terkait hal itu Ketua Umum Badko HMI Sulselbar Pahmuddin Colik mengatakan, entah sadar atau tidak, pernyataan Menteri Yasonna menjadi tontonan yang menggelitik dan meresahkan pekerja lokal.

Menurut Cholik, konsep Nawa Cita dan Trisakti yang didengung-dengungkan oleh Jokowi-JK, nampaknya kontradiksi dengan dibukanya kran bagi pekerja asing. Jika pemerintah memiliki kepedulian terhadap nasib para tenaga kerja lokal (TKL), maka kebijakan membuka kran masuknya pekerja asing patut dipertimbangkan.

Apalagi, kata dia, jika melihat angka PHK terhadap pekerja lokal yang terjadi satu bulan terakhir cukup tinggi. Pemerintah dituntut untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam menekan tingginya angka pengangguran yang mencapai jutaan orang.

“Bukan sebaliknya dengan membiarkan pekerja asing masuk bersaing. Membuka kran masuknya tenaga kerja asing juga bukan tanpa resiko. Persaingan antara tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal tentu akan menimbulkan dampak negatif salah satunya persoalan persaingan kerja,” kata Cholik lewat rilis yang dikirim kepada wartawan, Sabtu (5/9).

Cholik menambahkan, pekerja lokal akan sulit bersaing dengan pekerja asing. Sebab, stigma yang selama ini terbangun, pekerja asing dianggap memiliki kemampuan diatas rata-rata meskipun asumsi tersebut tidak selamanya benar.

Perlindungan terhadap pekerja lokal tetap menjadi tanggungjawab pemerintah sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Dasar 1945 dan secara khusus diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dimana pemerintah berkewajiban melindungi, menjamin, dan memberi kesempatan kerja yang layak bagi Warga Negara Indonesia.

“Bagaimana bangsa ini akan berdaulat secara ekonomi jika kebijakan pemerintah Jokowi-JK justru pro terhadap pekerja asing? Wallahu A’lam,” ujarnya.


div>