MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Bagikan Formulir Dukungan ke Siswa, Ismunandar Dinilai Lakukan Eksploitasi Pendidikan

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 27 September 2017 21:29

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Dunia pendidikan kembali gempar, saat guru, siswa dan wali murid di Kota Makassar digiring ke politik praktis oleh Dinas Pendidikan Kota Makaassar, yang notabene adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Akibat kecerebohan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar, masyarakat menuduh telah menggalang dukungan kepada guru, orang tua siswa, dan siswa untuk menjadi Bakal Calon Wakil Wali Kota Makassar.

Pakar politik UPRI Makassar, Syaifudin Almugny menyebutkan, Ismunandar yang mengedarkan formulir dukungan pada siswa SD, SMP dilaksanakan di sekolah dan mengintruksikan agar anak murid memberikan formulir kepada orang tuanya masing-masing, dinilai sebagai suatu pelanggaran disiplin yang mengarah ke eksploitasi pendidikan.

“Galang dukungan politik melalui formulir dari sekolah untuk mendukung kadis. Itu namanya eksploitasi politik. Karena melanggar juga aturan ASN,” ujarnya, Rabu (27/9/2017).

Menurut penulis buku “Sistem Politik Kaum Pinggiran” ini, hal tersebut menurunkan eksploitasi politik, dalam sejarah hanya dikenal dengan eropasentrisme, awal mula lahirnya kolonialisasi. Praktek eksploitasi tak lebih dari praktek penjajah.

Lanjut dia, terkait Pilwalkot Makassar 2018 mendatang, suasananya masih bergerak dinamis. Tetapi perilaku politik terkadang sulit dikontrol.

Mantan aktivis 1998 ini menilai tindakan menggalang siswa dsn orang tua ke rana politik adalah merupakan kejahatan politik zaman modern.

“Seperti kepala dinas pendidikan kota Makassar yang membagi formulir dukungan kepada siswa murid di sekolah adalah satu bentuk kejahatan politik,” katanya. (*)


div>